Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan CommunicAsia2005
WiMax Forum Sertifikasi Perangkat
Laporan CommunicAsia2005

WiMax Forum Sertifikasi Perangkat


- detikInet

Jakarta - Kawasan Asia diyakini akan menjadi pasar yang paling menjanjikan bagi pengembangan jaringan dan aplikasi berbasis WiMAX. Apalagi dengan semakin beragamnya konten multimedia yang dapat disalurkan melalui teknologi nirkabel tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Mohammad Shakouri, VP WiMAX Forum, kepada beberapa wartawan, pada ajang CommunicAsia2005 di Singapura, Rabu (15/06/2005).Untuk semakin memuluskan perjalanan WiMAX hingga ke konsumen akhir, maka WiMAX Forum akan segera menjalankan program WiMAX Forum Certified. Program tersebut bertujuan untuk melakukan serangkaian uji kelaikan atas interoperabilitas sejumlah perangkat pendukung teknologi WiMAX yang ada di pasaran dunia saat ini.Menurut Shakouri, jika ada vendor yang mengklaim bahwa perangkatnya adalah "WiMAX-like", "Wi-MAX-compliant", ataupun sejenisnya, sudah jelas bukanlah perangkat yang disertifikasi oleh WiMAX Forum. Sehingga sangat mungkin perangkat tersebut tidaklah interoperabilitas dengan perangkat dari vendor lainnya."Perangkat yang mendapatkan sertifikasi dari WiMAX Forum adalah perangkat yang dijamin memiliki interoperabilitas dengan perangkat lainnya yang juga memegang WiMAX Forum Certified," demikian ditegaskan oleh Shakouri.Program yang pada mulanya dicetuskan pada pertengahan April lalu di Spanyol tersebut, rencananya akan mulai mensertifikasi perangkat yang ada di pasaran pada akhir tahun ini. Adapun pihak yang ditunjuk sebagai laboratorium pengujian perangkat tersebut adalah Cetecom Spanyol.Penunjukan Cetecom tersebut setelah melalui pembahasan yang cukup panjang di dalam WiMAX Forum, selain memang Cetecom cukup piawai dalam penelitian berbagai teknologi nirkabel semisal GSM/GPRS, EDGE, W-CDMA, Wi-Fi dan Bluetooth.Dijelaskan pula oleh Shakouri bahwa prioritas sertifikasi adalah pada perangkat yang melayani pita frekuensi 3,5 GHz dengan kanalisasi 3,5 MHz. "Frekuensi tersebut menjadi prioritas karena kemampuannya untuk dapat menembus dinding. Adapun standar yang akan kami pakai dalam melakukan sertifikasi adalah standar global, yaitu IEEE 802.16-2004," ujarnya.Mobile WiMAXAdapun untuk pengembangan lainnya, WiMAX Forum tengah menggodok dua jenis teknologi, yaitu Fixed WiMAX dan Mobile WiMAX. Fixed WiMAX akan dapat terealisasikan pada 2005 ini, sedangkan Mobile WiMAX diharapkan akan lahir setidaknya pada 2007."Fixed WiMAX cocok untuk negara berkembang yang tidak memiliki layanan Digital Subscriber Line (DSL)," ujar Shakouri. Selain itu, menurutnya, teknologi ini juga cocok untuk layanan yang sifatnya lebih universal dan berfungsi sebagai teknologi last-mile pada remote area.Adapun untuk Mobile WiMAX, nantinya akan menjadi semacam Personal Broadband atau DSL on the move. "Untuk teknologi (Mobile WiMAX) ini, layanan yang dapat dinikmati oleh pengguna adalah broadband mobile data yang juga non - mobile operator," demikian ditegaskan oleh Shakouri.Menurut Shakouri, beberapa konten yang akan meramaikan WiMAX kedepannya adalah semisal VoIP, Game, Audio/Video Live dan sebagainya. "Dan konten tersebut akan bisa diterima langsung oleh piranti klien, semisal ponsel, notebook, PDA ataupun consumer electronic lainnya," ujar dia. Dan teknologi Mobile WiMAX, seperti yang dipresentasikan oleh Shakouri, bentuk layanan cakupannya tampak serupa dengan layanan selular saat ini yang berbentuk sel-sel seperti penampang sarang lebah.Adapun WiMAX Forum itu sendiri beranggotakan lebih dari 220 perusahaan di dunia, baik dari vendor perangkat keras, penyedia jasa, operator telekomunikasi ataupun integrator sistem. Didirikan pada 2001, duduk sebagai Board of Director WiMAX Forum adalah perwakilan dari Intel, Alvarion, Airspan Network, Aperto Network, AT&T, British Telecom (BT), Fujitsu, OFDM Forum, Proxim Wireless Network dan ZTE.
Liputan ini terselenggara atas kerjasama antara Detikinet dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
(donnybu/)







Hide Ads