| Liputan ini terselenggara atas kerjasama antara Detikinet dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk |
Laporan CommunicAsia2005
Allied Telesyn Suguhkan TriplePlay
- detikInet
Jakarta -
Berlokasi di Hall 5, Allied Telesyn menampilkan produk terbarunya yang mengusung teknologi TriplePlay. Demo seputar aneka layanan berbasis teknologi ini juga digelar, menampilkan layanan suara, data dan video di atas satu jaringan."Film ini dihantarkan melalui kabel telepon," kata Anthony R. Hill, Managing Director Allied Telesyn Asia Pacific, kepada detikinet, dalam gelaran CommunicAsia 2005 di Singapore Expo, Singapura, Kamis (16/6/2005). Ia menjelaskan film berjudul 'The Upside of Anger' yang ditayangkan di layar sebuah plasma TV di booth Allied Telesyn. "Pada saat bersamaan, pengguna juga bisa menerima atau melakukan panggilan telepon, atau mengirim dan menerima data dari komputer yang terhubung," paparnya lagi. Itu tadi sekilas demonstrasi yang digelar Allied, demi menunjukkan seperti apa teknologi TriplePlay diimplementasikan. Di booth yang dilengkapi sofa dan meja TV itu, pengunjung dipersilakan untuk menyaksikan film yang diputar, dan mengetes kualitas suara dari percakapan telepon yang dilangsungkan. "Beginilah, teknologi ini menggabungkan berbagai media yang berbeda seperti tembaga, serat optik dan ADSL dalam satu jaringan," tutur Harfi Asra, Country Manager Allied Telesyn International (Asia) Pte Ltd.Teknologi TriplePlay menjadi andalan terbaru bagi Allied selain teknologi Internet Protocol versi 6 (IPv6). TriplePlay memungkinkan konvergensi dari suara, video dan data dalam satu jaringan. Sebagai solusi jaringan, teknologi ini dikatakan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas sebuah layanan terintegrasi."Daripada menyediakan infrastruktur yang berbeda untuk masing-masing layanan, lebih baik memakai satu infrastruktur tunggal yang mampu mengantarkan layanan suara, video dan data secara simultan," Hill menjelaskan. "Ini juga memudahkan konsumen, di mana mereka tidak perlu menerima tagihan yang berbeda untuk masing-masing layanan suara, video dan data. Tapi cukup satu tagihan untuk ketiganya," paparnya lagi.Disampaikan Hill, teknologi ini cocok dipakai untuk perusahaan yang ingin menyuguhkan konvergensi layanan bagi kelancaran pekerjaan para karyawan, atau untuk sektor pendidikan di mana sarana audio-visual dan lalu-lintas data diperlukan untuk masing-masing ruang kelas. "Demikian halnya dengan rumah sakit. Para pasien bisa menikmati layanan suara, video maupun data kesehatan seperti laporan foto sinar X, yang dihantarkan pada satu jaringan tunggal," Hill memaparkan.Selain jenis-jenis perusahaan di atas, Hill mengatakan pihaknya aktif mengeksplorasi berbagai tipe industri yang berpotensi mengimplementasikan teknologi ini seperti perusahaan migas dan pertambangan. Sementara untuk Indonesia, teknologi ini sudah mulai masuk dan ada beberapa penyedia layanan yang sudah mulai melakukan uji coba.
(donnybu/)