Uji Coba Jaringan 3G <I>Live</I>
Telkomsel Dapat Pinjaman Frekuensi 3G
- detikInet
Jakarta -
Nasib baik, kalau boleh dibilang begitu, dialami Telkomsel. Saat operator telekomunikasi seluler tersebut hendak menggelar uji coba jaringan 3G, pemerintah 'baik hati' meminjamkan frekuensi sebesar 5 Megahertz (MHz). Ada apa nih?Rupanya uji coba yang digelar Telkomsel ini akan menjadi panduan bagi tata laksana penerapan jaringan komunikasi generasi ketiga (3G) di Indonesia. "Uji coba ini diharapkan menjadi masukan untuk tata laksana pelaksanaan 3G. Jadi, kami tidak hanya mengkaji kesiapan teknis tapi juga menilai kesiapan SDM dalam mengoperasikan jaringan 3G serta kesiapan mitra terkait seperti vendor, penyedia konten dan content aggregator," tutur Kiskenda Suriahardja, Direktur Utama Telkomsel, dalam peresmian uji coba tersebut di Gedung Telkomsel, Jl TB Simatupang, Jakarta, Kamis (26/05/2005). Uji coba tersebut memang dilakukan secara live pada jaringan Telkomsel yang sudah ada. Teknologi Wideband CDMA (WCDMA) yang digunakan Telkomsel disediakan oleh tiga perusahaan berbeda. Untuk lintas Blok M - Bundaran Hotel Indonesia Telkomsel memakai infrastruktur yang disediakan Ericsson. Dari Cawang hingga Slipi, Telkomsel menggunakan jasa Siemens. Sementara Nokia dirangkul untuk menjadi penyedia infrastruktur jaringan untuk kawasan Kuningan - Istana Negara hingga Jl. M.H. Thamrin.Dari segi konten, saat ini Telkomsel bermitra dengan SCTV yang menyediakan video streaming Liputan 6. Menurut Kiskenda saat ini uji coba itu masih untuk internal Telkomsel. Dalam waktu dekat, tanpa menyebut pastinya, ia berjanji akan ada uji coba untuk pelanggan.Bambang Riadhy Oemar, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel, mengatakan bahwa uji coba untuk pelanggan akan dilakukan pada bulan Agustus. Uji coba tersebut masih terbatas untuk pelanggan khusus seperti pelanggan korporat, serta pelanggan-pelanggan tertentu yang selama ini dinilai aktif menggunakan teknologi GPRS.Jatah 5 MHz?Saat ini terdapat beberapa pemegang lisensi frekuensi 3G. Yaitu Cyber Access Communication (15 Mhz), Natrindo Telepon Selular (10 Mhz), Wireless Indonesia (5 MHz), Telkom Flexi (5 MHz) dan Indosat StarOne (5 MHz). Sedangkan pemegang lisensi komersial 3G adalah CAC dan NTS. Frekuensi 3G yang masih bebas ada sekitar 20 MHz. Beberapa waktu lalu masalah lisensi 3G tersebut menjadi sasaran audit yang dilakukan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Wacana yang sempat dilontarkan Menkominfo Sofyan Djalil adalah perlunya tender ulang lisensi 3G. Apakah peminjaman frekuensi 5 MHz ke Telkomsel berarti sudah ditetapkan jatah bagi operator? Pemerintah belum memberi jawaban yang tegas. Dari Helsinski, Finlandia, Sofyan Djalil berusaha menjawab. "Kita lihat sejauh mana 5 MHz memadai untuk melayani pelanggan. Pemerintah sekarang sedang melakukan re-arrange pemberian frekuensi sambil kita lihat apakah cukup dengan 5 MHz," ujar Sofyan lewat teleconference. Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Dirjen Postel) Djamhari Sirat mengamini Sofyan. "Kita lihat dulu, kalau dirasa cukup ya sudah itu saja. Trial ini jadi pijakan untuk pemerintah dalam mengeluarkan lisensi ke operator, kalau 5 MHz sudah cukup ya operator lain segitu saja," tuturnya. Apakah Telkomsel pasti akan mendapatkan lisensi 3G? "Sabar saja, nanti juga turun juga. Keputusan lisensi 3G mungkin enam bulan lagi (setelah uji coba -red)," Djamhari menambahkan. Tak lupa Djamhari memberikan nasehatnya kepada operator dan calon operator 3G. "Untuk operator yang menyelenggarakan 3G perlu ada analisa traffic, perlu diuji delay antar kota, serta perlu dipikirkan masalah maintenance berkaitan dengan jaringan yang disediakan oleh multi-vendor," ia memaparkan. Sementara itu, Bambang mengatakan bahwa alokasi 5 MHz tidaklah cukup bagi Telkomsel yang memiliki basis pelanggan sangat besar. Cukupnya berapa? "Saat ini kami hanya bisa mengatakan kalau kebutuhannya yang jelas di atas 5 MHz," katanya.
(wicak/)