Setelah 3 Kali Tertunda, Telkom-2 Meluncur Juni
- detikInet
Jakarta -
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk menyiapkan peluncuran satelit komunikasi Telkom-2 pada pertengahan bulan Juni 2005. Sebelumnya, peluncuran satelit ini sempat tertunda sampai tiga kali.Meski tanggal pastinya belum ditetapkan, keterangan tertulis PT Telkom menyebutkan bahwa Direktur Utama PT Telkom, Kristiono, menyatakan optimismenya bahwa satelit komunikasi Telkom-2 akan dapat memberikan pelayanan setelah diluncurkan pada bulan Juni 2005. Ia berharap tidak akan ada lagi penundaan oleh Arianespace yang telah ditunjuk PT Telkom sebagai perusahaan peluncur satelit Telkom-2. "Kita doakan saja semuanya lancar dan tidak ada penundaan lagi oleh Arianespace," katanya. Sebelumnya, peluncuran Telkom-2 mengalami penundaan yang disebabkan karena ketidaksiapan satelit pasangannya, Syracuse 3A milik Prancis. Kedua satelit tersebut akan diluncurkan secara bersamaan dengan roket Ariane 5A oleh perusahaan peluncuran satelit Arianespace. "Peningkatan produk dan layanan satelit baru ini diharapkan akan semakin meningkatkan laba dan benefit Telkom," kata Kristiono. "Selain itu, kehadiran Telkom-2 juga akan mempermudah Telkom memaksimalkan layanan Universal Service Obligation (USO), yang akan menjangkau banyak pelosok terpencil di Indonesia yang belum tersentuh layanan telekomunikasi." Melalui mekanisme USO Telkom memiliki kewajiban untuk membangun sebanyak 1,6 juta Satuan Sambungan Telpon (SST) dalam lima tahun ke depan, yang sebagian besar berbentuk jaringan nirkabel (wireless). Diharapkan hingga tahun 2010 mendatang, sebanyak 43.022 desa terpencil (dari 66.778 desa yang ada) yang selama ini belum dapat menikmati sambungan telepon, sudah dapat menikmati akses telepon. Telkom-2, yang menurut keterangan teknisnya memiliki masa edar selama 15 tahun di orbit, akan menggantikan satelit Palapa B4. Usia pelayanan Satelit Palapa B4 sebenarnya sudah berakhir pada tahun 2001 setelah sembilan tahun mengorbit di luar angkasa. Sebelumnya, Sarwoto Atmosutarno, kepala Long Distance Division Telkom mengatakan, peluncuran terpaksa ditunda karena harus menunggu kesiapan satelit Syracuse 3A milik departemen pertahanan Prancis, yang akan diluncurkan bersamaan dengan satelit Telkom-2 dengan roket Arianespace. Pilihan peluncuran dengan jasa Arianespace ini diambil untuk menghembat biaya peluncuran normal yang sangat mahal. Satelit Telkom-2 dibuat oleh Orbital dari Amerika Serikat dan dibeli dengan biaya sebesar US$63 juta, sedangkan biaya peluncuran dengan menggunakan jasa Arianespace sebesar US$60 juta. Biaya peluncuran lebih bisa dihemat karena Telkom memilih roket Ariane 5, yang mempunyai kapasitas tampung untuk dua satelit, yang pada Juni 2005 diharapkan sudah bisa membawa satelit komunikasi Telkom-2 dan satelit Syracuse 3A.
(wicak/)