Jepang Buka Peluang Bagi Pendatang Baru Seluler
- detikInet
Jakarta -
Setelah hampir 12 tahun, Jepang akhirnya mengizinkan para pemain baru untuk terjun di industri layanan telekomunikasi seluler. Semula hanya ada tiga pemain di industri ini. Ingin meningkatkan kompetisi? Kementerian Komunikasi Jepang akan memberikan prioritas kepada perusahaan-perusahaan pendatang baru untuk ikut meramaikan industri seluler Jepang. Hal ini dilakukan seiring dengan kebijakan pemerintah untuk mengalokasikan spektrum frekuensi telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G) akhir tahun ini. Demikian menurut pemberitaan AFP yang dikutip detikinet Jumat (3/6/2005). Langkah ini sedianya akan membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan untuk mulai menyediakan layanan tersebut awal April 2006. Disinyalir Softbank Corp., perusahaan investor internet, adalah salah satu kandidat yang juga menceburkan diri dalam bisnis ini. Tentunya dengan langkah yang sedemikian tegas dan berani ini akan memperketat kompetisi di industri seluler Jepang. Munculnya perusahaan-perusahaan baru akan mempengaruhi penampilan operator lama yang terbiasa memonopoli pasar. Terutama bagi tiga operator seluler yang sudah lebih dulu hadir di Jepang, seperti NTT DoCoMo Inc., Vodafone KK, dan KDDI Corp yang menawarkan layanannya dibawah merek dagang au dan Tu-Ka. NTT DoCoMo sendiri sudah menjadi industri layanan jaringan ponsel terdepan. Mayoritas sahamnya dimiliki oleh Nippon Telegraph and Telephone Corp (NTT). NTT dulunya adalah penyedia jasa telepon tetap domestik yang layanannya masih merajai di negara Gunung Fuji itu. Sementara Vodafone KK adalah cabang dari Vodafone group Plc., Inggris, yang notabene masih menjadi penyedia jaringan nirkabel terbesar di dunia.
(wicak/)