Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gempa di Nias
Telkom Benahi Fastel yang Rusak
Gempa di Nias

Telkom Benahi Fastel yang Rusak


- detikInet

Jakarta - Bencana alam kembali merusakkan fasilitas telekomunikasi (fastel) di Sumatera bagian Utara. Telkom kembali berbenah untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di Nias dan sekitarnya.Pasca gempa berkekuatan 8,2 skala Richter menimpa Nias, fasiltas telekomunikasi sejumlah operator mengalami kerusakan. Akibatnya, hubungan telekomunikasi dari dan ke tempat bencana mengalami gangguan.Demikian halnya dengan Telkom. Sejumlah infrastrukturnya rusak dan ribuan satuan sambungan telepon (SST) dinyatakan putus hubungan. Gangguan juga timbul karena terputusnya catu listrik dari PLN. Sebagai operator dengan jumlah pelanggan terbanyak, Telkom harus paling agresif dalam berbenah.Bencana tsunami yang sebelumnya terjadi di Aceh tampaknya telah memberi pelajaran kepada Telkom, sehingga dapat dengan cepat memetakan kebutuhan dan langkah pemulihan yang harus dilakukan.Dalam rancangan program yang pemberitahuannya diterima detikcom, Kamis (31/3/2005), Telkom telah merencanakan langkah darurat seperti mengirim genset, mengalokasikan sejumlah nomor di lokasi-lokasi penting, membangun posko, membawa telepon satelit baik yang berupa telepon tetap (PASTI) maupun nirkabel (BYRU).Sampai tanggal 30 Maret, Telkom sudah menyediakan lima sambungan telepon di pendopo kabupaten Gunung Sitoli, dan 11 unit Flexi secara gratis yang tersebar di sejumlah titik di Gunung Sitoli. Tujuh SST disebar di kabupaten Sinabang, dan sejumlah SST di posko-posko. 1 SST diaktifkan di bandara Binaka Gunung Sitoli, dan 3 SST di bandara Pinang Sori di Sibolga sebagai posko penghubung.Sementara di Teluk Dalam, genset belum bisa di operasikan karena bank batere dan rectifier pecah sementara parabola IDR bergeser, sehingga diperlukan teknisi catu daya, sentral dan transmisi untuk mengoperasikan STO Teluk Dalam.Seperti yang diberitakan sebelumnya, ribuan SST di kawasan Nias dan sekitarnya terputus setelah gempa. Sampai saat ini, infrastruktur Telkom yang masih rusak di kawasan korban gempa adalah: 436 SST di Teluk Dalam dan 1 BTS Flexi putus hubungan; Di Sinabang 872 SST putus hubungan, tapi Flexi masih hidup; 1 BTS Flexi di Kampung Air, 1 BTS Flexi di Labuhan Bajau, 1 BTS Flexi di Lasikin dan 536 SST di Singkil-Sumatera Utara, putus hubungan.Di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam, dua dari 10 area layanan Meulaboh terkena dampak gempa, yaitu Yantel Singkil dan Yantel Sinabang. Di Sumatera Utara, yang terkena dampak adalah dua dari tiga area layanan yaitu Yantel Gunung Sitoli dan Subyantel Teluk Dalam.Operator lain yang juga mengalami gangguan adalah Telkomsel, dimana 20 persen 480 BTS-nya tidak bisa melayani karena putusnya catu listrik dari PLN. Namun operator telepon seluler ini juga telah mengirim tim teknis dan mendatangkan genset sebagai langkah pemulihan.Sementara Indosat, infrastrukturnya tetap dapat digunakan seperti sebelum gempa. Sebagai bantuan fasilitas telekomunikasi tahap awal, Indosat akan menyiapkan kartu perdana gratis yang akan dibagikan kepada keluarga korban, relawan, dan petugas medis di pelabuhan Sibolga sebelum mereka berangkat ke Nias. Posko-posko telekomunikasi yang menyediakan fasilitas telepon gratis juga tengah disiapkan di wilayah Gunung Sitoli. (ien/)




Hide Ads
LIVE