Kerjasama dengan Microsoft
Blackberry Bawa IM ke Ponsel
- detikInet
Jakarta -
Blackberry dan Microsoft jalin kerjasama untuk memungkinkan instant messaging (IM) dapat diakses oleh komunitas 'bergerak'. Adopsi IM yang aman bagi korporat?Layanan instant messaging (IM) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dunia perkantoran. Tak bisa dipungkiri, komunikasi dengan aplikasi IM seperti Yahoo Messenger atau ICQ sudah wajar dilakukan oleh banyak karyawan. Namun, ada juga perusahaan yang memilih untuk melarang penggunaan aplikasi semacam itu di lingkungan kerja. Jadi, tantangannya adalah bagaimana menjadikan alat ini bernilai di kalangan bisnis dan dapat menjadi fitur pada piranti bergerak (mobile-red).Hal itu yang dilirik oleh Research In Motion, perusahaan di balik teknologi Blackberry. Teknologi itu dikenal dengan layanan e-mail pada ponsel, di Indonesdia Blackberry disediakan oleh Indosat.Untuk memungkinkan tersedianya layanan instant messaging pada piranti bergerak, Research In Motion, perusahaan pembuat piranti genggam Blackberry mengadakan kerjasama dengan Microsoft.Melalui hubungan Microsoft Office Live Communications Server 2005 dan BlackBerry Enterprise Server, sejatinya kerjasama ini akan memperluas aktivitas instant messaging di kantor. Secara tak langsung, menguntungkan juga bagi para pengguna ponsel BlackBerry.Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mudah dihubungi. Baik ketika mereka sedang berada di kantor maupun di lapangan. Keuntungan lain, perusahaan jadi lebih mudah mengetahui keberadaan karyawannya. Apakah mereka sedang dalam tugas ataupun tidak.Menurut Gurdeep Pall, Corporate Vice President untuk The Real-Time Collaboration Group Microsoft, hal itu adalah bagian dari visi sistem komunikasi terintegrasi dari Microsoft. "Tujuannya untuk mempersatukan komunikasi lewat komputer, ponsel maupun piranti bergerak lainnya." Demikian disebutkan Newsfactor.com, yang dikutip detikinet Kamis, (21/4/2005).Kerjasama itu sepertinya akan membuat dunia teknologi informasi menjadi selangkah lebih maju. Namun dibalik itu, masih ada saja kantor-kantor yang memblokir akses layanan instant messaging. Lantas, penemuan ini, berguna atau tidak?
(rouzni/)