Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Mulai Diujicobakan
Siaran TV Ponsel Hadir Tahun Depan
Mulai Diujicobakan

Siaran TV Ponsel Hadir Tahun Depan


- detikInet

Jakarta - Qualcomm Inc., perusahaan pembuat chip ponsel dan teknologi lainnya, sedang mengadakan uji coba layanan siaran TV yang bisa dinikmati lewat ponsel. Sejumlah kerjasama dengan media pun dilancarkan.Qualcomm selama ini bekerjasama dengan CNN, ESPN, dan Court TV untuk ujicobanya itu. Perusahaan itu juga berencana akan menyisihkan US$ 800 juta (Rp 7,6 triliun) untuk membangun jaringan siaran TV berbasis ponsel tahun depan.Prospek ke depan untuk teknologi ini dianggap cukup menjanjikan. Pasalnya, ketertarikan masyarakat terhadap fitur video phone diperkirakan akan lebih besar, mengungguli fitur-fitur lain--misalnya kamera ponsel-- di masa yang akan datang. Pernyataan itu dikeluarkan Paul Jacobs, Chief Executive Qualcomm, seperti dilansir Reuters dan dikutip detikinet Jumat (6/5/2005).Sementara itu, operator ponsel lain di seluruh dunia saat ini juga berlomba-lomba meng-upgrade jaringan masing-masing. Ini dilakukan agar layanan video dan musik bisa dilangsungkan melalui jaringannya, dengan harapan akan berdampak pada turunnya biaya telepon. Salah satu yang sedang diusahakan adalah jaringan telekomunikasi generasi ketiga (3G). Namun di Indonesia, pemegang lisensi komersial 3G saat ini masih belum menoperasikan layanannya. Bahkan pemerintah sedang mengaudit proses pemberian lisensinya.Mengincar CinaQualcomm pada bulan Maret telah menandatangani sejumlah proyek kerjasama. Saat ini perusahaan tengah terlibat proyek uji coba dengan agen-agen berita seperti ABC News, Court TV, Weather Channel dan A&E, juga dengan situs baseball MLB.com. Qualcomm adalah sebuah perusahaan yang mendominasi pasar chip untuk teknologi ponsel CDMA. Teknologi ini populer di negara-negara seperti Amerika dan beberapa bagian Asia, termasuk di Indonesia. Namun untuk teknologi W-CDMA, yang digunakan di Eropa Barat, pangsa pasarnya masih sangat kecil.Pihak Qualcomm menjual teknologi W-CDMA nya kepada tiga produsen ponsel besar. Namun, anehnya, Qualcomm tidak menjual kepada Nokia dan Motorolla. Padahal dua raksasa ponsel dunia itu disinyalir menguasai setengah dari pangsa pasar ponsel dunia.Untuk selanjutnya, Qualcomm mengincar Cina. Pasalnya pemerintah Cina dalam waktu dekat akan meluncurkan izin untuk pengoperasian operator wireless untuk layanan pengiriman data berkecepatan tinggi. Kalau di Cina sudah mulai dipenetrasikan, lantas, kapan teknologi ini akan masuk ke Indonesia? (wicak/)







Hide Ads