Dengan adanya sistem tersebut, operator ini bisa mengetahui apa saja yang digunakan oleh pelanggan seperti layanan yang sering digunakan dan juga layanan mana yang mesti ditingkatkan kualitasnya.
Diungkap oleh Sharizan Zaki Pondren, Head of Customer Experience and Analytics Smartfren, pelanggan mereka banyak menggunakan Instagram untuk membuat Instagram Stories.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Instagram diketahui mengalahkan YouTube yang sempat menjadi nomor satu soal aplikasi global yang paling banyak digunakan pelanggan Smartfren.
Foto: Moch Prima Fauzi/detikINET |
"Jadi dulunya dominasi itu biasanya di YouTube tapi di akhir 2017 kita bisa lihat Instagarm sendiri sudah mendominasi dari segi volume, dari data gigabyte-nya," sambungnya.
Lebih detailnya, dalam kategori aplikasi global, browser adalah aplikasi yang paling sering diunduh dengan presentase 99%. Kedua, aplikasi pesan 90%, ketiga media sosial 90%, keempat aplikasi streaming 89% dan kelima aplikasi voice over 88% dan keenam surat elektronik 67%.
Sedangkan dalam kategori aplikasi lokal, aplikasi berita menempati peringkat utama dengan presentase 70%, disusul e-commerce 69%, dan transportasi 56%, keempat hiburan 55%.
Dijelaskan Zaki, sebanyak 90% pelanggan Smartfren sendiri menghabiskan sebanyak 1 GB hingga 5 GB per bulan. Namun ada pula juga yang mencapai 30 GB per bulannya.
Sebanyak 44,43% dari mereka menggunakan jaringan 4G Smartfren melalui smartphone Andromax, 31,1% MiFi, dan 24,47% lainnya dengan smartphone merek lain.
Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim mengatakan CEMS dan kualitas jaringan Smartfren bisa memberikan peningkatan layanan kepada pelanggan yang ditargetkan meningkat sebanyak dua kali lipat.
"Dengan menyempurnakan sistem CEMS dan peningkatan stabilitas jaringan 4G, kami yakin dapat memenuhi kebutuhan pelanggan," ungkapnya. (rns/rou)
Foto: Moch Prima Fauzi/detikINET