BERITA TERBARU
Jumat, 02 Feb 2018 22:22 WIB

XL Buka Peluang Merger: Seperti Kawin, Harus Cocok

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - XL Axiata memberi peluang untuk melakukan merger kembali dengan operator lain. Namun, upaya tersebut masih tersandung dengan regulasi yang belum jelas sehingga operator mengurungkan niatnya untuk merger.

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa industri telekomunikasi pada saat ini dinilai sudah tidak sehat. Sehingga merger atau konsolidasi merupakan jalur keluar dari persoalan tersebut.

Dian melanjutkan, sebetulnya usaha menuju konsolidasi dari tiap operator seluler sudah dibahas satu sama lain. Ia mengibaratkan untuk mencapai kesepakatan merger ini seperti halnya akan melangsungkan pernikahan.

"Kalau mau industri lebih sehat, memang konsolidasi ya harus terjadi. Hanya masalahnya kalau konsolidasi itu pihak-pihak konsolidasi itu harus setuju dengan kondisi yang ada, sehingga bisa kawin gitu kan," ucap Dian di XL Axiata Tower, Jumat (2/2/2018).

Di samping itu, regulasi yang ada saat ini belum memungkinkan operator seluler melakukan konsolidasi, khususnya memberikan jaminan kalau terjadinya merger, maka frekuensi yang dimiliki operator tersebut tidak dikembalikan kepada negara.

"Jadi, kalau tidak ada kepastian kayak gitu, mau bagaimana? Aset terbesar perusahaan telekomunikasi itu adalah frekuensi, kalau kita beli (merger) terus balikin frekuensi, itu kasian," sebutnya.

Dian mengungkapkan pihaknya sudah memberikan usulan terkait merger antar operator seluler di Tanah Air ini bisa dilaksanakan.

Sejatinya, Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak kepemimpinan Menteri Rudiantara mendorong agar para operator saling konsolidasi.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia pun menyebutkan ada 12 operator telekomunikasi di Indonesia, di mana terbagi enam pemain seluler, yaitu Telkomsel, XL, Indosat Ooredoo, Smartfren, Hutchison 3 Indonesia, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, serta enam pemain Broadband Wireless Access, yaitu Telkom, Indosat M2, Internux, First Media, Berca, dan Jasnita.

"Nggak ada riset scientific tapi menurut saya 3-4 operator itu cukup, paling banyak empat operator. Bahwa yang ketiga siapa atau keempat siapa, entah juga," kata Rudiantara. (agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed