Rabu, 24 Jan 2018 14:20 WIB

Pembangunan BTS di Daerah Terpencil Makin Gencar

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Pembangunan BTS di daerah terpencil makin gencar. Misalnya XL Axiata (XL) mulai mengoperasikan tujuh Base Transceiver Station (BTS) dari program Universal Service Obligation (USO) yang tersebar di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Dengan demikian, XL telah mengoperasikan jaringan telekomunikasi USO di 40 lokasi yang ada di empat provinsi.

Tabalong berada area terpencil, jaraknya sekitar 60 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten Tabalong, yakni Tanjung. Sementara dari Banjarmasin jaraknya mencapai 230 kilometer.

Di Tabalong, BTS USO berdiri tegak setinggi 30 meter dan memancarkan sinyal ke ponsel 500 warga yang ada di sana. Menara telekomunikasi itu daya jangkau sinyalnya bisa tembus sampai radius satu kilometer. Sebelum ada BTS USO, warga harus menjangkau puncak suatu bukit yang jaraknya sampai dua kilometer dari desa.

Tujuh BTS USO ini tersebar di tujuh desa di Kabupaten Tabalong, diantaranya Binjai, Salikung, Sei Kumap, Panaan, Hegar Manah, Dambung Raya, dan Purui. Selain di Kalimantan Selatan, XL juga membangun jaringan USO di Kalimantan Barat di 12 titik. Semuanya ada di tiga kabupaten, yaitu Ketapang sebanyak enam BTS, Bengkayang (empat BTS), Sambas (dua BTS) dan Sanggau (satu BTS).

Kemudian, XL mendirikan di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kabupaten Kepulauan Konawe, dan di Nusa Tenggara Barat (Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Bima). Semua site telah beroperasi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya.

XL melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut melalui program USO, berdasarkan penunjukan Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo.

Hingga akhir 2017, jaringan XL di seluruh Indonesia didukung lebih dari 100 ribu BTS yang sekitar 65% diantaranya BTS 3G dan 4G untuk kebutuhan internetan dan 35% lagi adalah BTS 2G.

VP North Region XL Axiata Desy Sari Dewi mengaku senang XL turut aktif mendukung pemerintah dalam melakukan upaya pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk pembangunan melalui program USO di daerah terpencil.

"(Di mana) yang selama ini belum terjangkau layanan telekomunikasi dasar sekalipun. Berharap, masyarakat di sekitar site-site baru ini bisa memanfaatkan sarana telekomunikasi secara bijak dan maksimal," ujar Desy.

Secara terpisah, Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan kalau pihaknya menyambut baik jika pemerintah memberikan kepercayaan lagi untuk membangun BTS di lokasi lain yang masih minim akses telekomunikasi dan data/internet.

Menurut Yessie, XL memiliki visi yang sama dengan pemerintah dalam menyediakan akses jaringan telekomunikasi sampai ke daerah terpencil, sehingga masyarakat di sekitar dapat menikmati layanan tersebut untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Sekaligus mempercepat pembangunan nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Akses telekomunikasi daerah terpencil dapat dimanfaatkan masyarakat untuk usaha produktif. "Proyek pembangunan jaringan USO merupakan upaya pemerintah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk mempercepat mengadaan layanan telekomunikasi dan data ke area-area terpencil yang selama ini belum terjangkau jaringan seluler tersebut," tutur Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo Ismail.

BTS ditargetkan dapat terbangun sampai di angka 5.000 unit di tahun 2018 untuk daerah terpencil. Kominfo akan menancapkan BTS tersebut di area yang tidak dimasuki operator seluler karena faktor bisnis. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed