Kamis, 23 Nov 2017 23:02 WIB

Strategi Pemerintah Perluas Jaringan Seluler di Daerah Pelosok

Raras Prawitaningrum - detikInet
Direktur Utama BP3TI Anang Latif /Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom Direktur Utama BP3TI Anang Latif /Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) terus melakukan pemerataan sarana transformasi dan komunikasi di pelosok Indonesia.

Tidak semua wilayah di Indonesia berkesempatan mendapatkan jaringan seluler dari operator telekomunikasi maupun Internet Service Provider (ISP) dan operator data center. Sebab, secara bisnis, wilayah 3T memiliki potensi yang marginal bagi penyelenggara telekomunikasi. Apalagi posisinya yang relatif terpencil.

"Kita menciptakan sebuah skema yang menarik agar bisnis bisa masuk. Jadi di sini lah ada insentif, di sini ada subsidi dari pemerintah kepada operator agar mereka layak secara bisnis untuk menyelenggarakan bisnis di wilayah tersebut," ujar Direktur Utama BP3TI Anang Latif usai acara Sayembara Bakti BP3TI tentang Pemanfaatan BTS USO di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017).

Ia mengungkapkan banyak skema terkait subsidi ini. Misalnya peran dari pemerintah daerah. Masing-masing pemerintah daerah harus menyiapkan tanah 20x20 per titik lokasi. Setelahnya, BP3TI menyiapkan infrastruktur.

"Kita siapkan infrastruktur lain seperti tower, listrik untuk misalnya daerah yang tidak terjangkau listrik komersial harus menyiapkan listrik tenaga surya, transmisi satelit. Kita undang operator hanya untuk menyiapkan BTS saja. Jadi kelengkapan lainnya kami yang menyiapkan. Di situ lah bentuk subsidi yang selama ini berjalan," paparnya.

Hingga kini, masih ada sekitar 8.388 desa target USO dari total 82.353 desa/kelurahan di Indonesia. Sedangkan, jumlah BTS USO yang sudah terbangun baru 2,8% dari jumlah total wilayah target USO, dan masih ada sekitar 97,2% wilayah 3T serta perbatasan yang belum tergarap.

Angka tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kemkominfo, khususnya BP3TI, yang menargetkan pemerataan jaringan seluler di wilayah 3T dan perbatasan rampung pada 2019. Maka BP3TI juga merencanakan berbagai strategi. Misalnya melibatkan masyarakat dalam Sayembara Bakti BP3TI tentang Pemanfaatan BTS USO.

"Beberapa konsep yang dipertandingkan memberikan inspirasi bagi kami, bagaimana seharusnya menyiapkan sebuah layanan seluler di daerah yang belum tersentuh operator seluler. Inspirasi ini menjadi salah satu model yang akan kita adopt, kita matangkan lagi bersama industri operator dan asosiasi," jelasnya.

Pemerintah juga telah mencanangkan bahwa pada tahun 2030, perekonomian Indonesia bisa mencapai 5 besar dunia. Artinya, ada waktu 12 tahun lagi untuk menyiapkan perekonomian digital secara matang.

"Tugas kami melengkapi konektivitas itu karena ke depannya, driver untuk pertumbuhan ada di UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Makanya tugas kami ini menyediakan konektivitas dan setelah itu menyediakan aplikasi," katanya. (ega/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed