Seperti diketahui, frekuensi 2,3 GHz menggunakan teknologi yang berbeda dengan 2,1 GHz dan 1.800 MHz yang sebelumnya dipakai Telkomsel untuk 4G. Pita frekuensi 2,1 GHz menggunakan teknologi Frequency Division Duplexing (FDD). Sementara 2,3 GHz memakai teknologi Time Division Duplexing (TDD).
Berkaca pada Smartfren yang telah mendiami di 2,3 GHz sejak lama, mereka membangun ekosistemnya sendiri agar pelanggan dapat terhubung di frekuensi tersebut. Operator yang dulunya bermain di jaringan CDMA ini menghadirkan perangkat yang mendukung, mulai dari ponsel hingga modem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini banyak ponsel yang mendukung frekuensi 2,3 GHz. Sebagian besar dari 50 juta perangkat 4G di jaringan Telkomsel juga mendukung frekuensi 2,3 GHz," ungkap Edward Ying Director Planning and Transformation Telkomsel di kantor pusat Telkomsel, Jakarta, Senin (23/10/2017).
Sebelumnya diberitakan, dengan diumumkannya Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi 2,3 GHz, komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki operator yang identik berwarna merah ini makin besar untuk melayani 178 juta pelanggan selulernya saat ini.
Saksikan video 20detik tentang Telkomsel di sini:
Di frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHz, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.
Telkomsel sendiri akan menggunakan frekuensi 2,3 GHz untuk untuk meningkatkan cakupan dan kualitas jaringan 4G mereka di Tanah Air. Hingga akhir tahun, mereka berencana membangun tambahan 500 BTS 4G baru.
Hingga semester pertama 2017, Telkomsel telah membangun lebih dari 146 ribu BTS, dimana 65% di antaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Saat ini layanan 4G LTE Telkomsel telah melayani lebih dari 30 juta pelanggan di sekitar 480 ibukota kabupaten. (rou/rou)