Sabtu, 21 Okt 2017 16:41 WIB

Gagal Registrasi SIM Card? Ini Penyebabnya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Muhammad Ridho/detikcom Foto: Muhammad Ridho/detikcom
Jakarta - Meski baru diwajibkan mulai 31 Oktober 2017, tak sedikit masyarakat yang sudah melakukan registrasi SIM card saat ini. Beberapa dari mereka mengalami kegagalan. Hal-hal berikut bisa jadi penyebabnya.

Saat dikonfirmasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku sudah siap secara sistem. Artinya, seharusnya tidak ada masalah menghadapi serbuan ratusan juta SIM Card yang akan registrasi.

Bila ada yang masih gagal registrasi sekarang, Kominfo mengatakan pelanggan perlu mengecek kembali 16 angka yang tertera pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat validasi SIM Card.

"Perlu di cek kembali apakah sudah memasukkan 16 digit NIK dan KK itu sudah tepat atau belum," ujar Plt Kabiro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza.

Hal serupa juga disampaikan oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Ketelitian memasukkan 16 angka NIK dan KK juga perlu dilakukan saat registrasi lewat SMS ke 4444.

"Mungkin perlu tahu gagalnya apa message-nya. Apa NIK dan KK yang dimasukkan salah atau kalau masih gagal lagi bisa hubungi ke call center masing-masing operator," ungkap Ketua ATSI Merza Fachys.

Format Registrasi Berbeda

Sejak pengumuman akan memberlakukan kewajiban regitrasi pelanggan seluler prabayar pada pekan lalu, Kominfo selalu menyampaikan satu format SMS, yaitu mengirim SMS ke nomor tujuan 4444 dengan format pesannya NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#NomorKK#.

Padahal dalam beberapa informasi yang beredar, masing-masing operator seluler mensosialisasikan registrasi prabayar ini dengan format yang berbeda-beda.

Contohnya untuk pelanggan Indosat Ooredoo, Smartfren, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) menggunakan format serupa yang dikampanyekan Kominfo. Tetapi, untuk pelanggan Telkomsel memakai format Reg(spasi)NIK#nomorKK# dan untuk pelanggan XL menggunakan format SMS Daftar#NIK#nomorKK.

Mengenai perbedaan tersebut, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli mengatakan perbedaan itu sebenarnya tak menjadi masalah. Sebab, kata dia, yang harus ada itu penyertaan informasi NIK dan KK.

"Tidak masalah, itu hanya format. Operator boleh saja memiliki format sendiri sepanjang yang dibagi hanya NIK dan KK," kata Ramli.

[Gambas:Video 20detik]



Gagal Registrasi SIM Card? Ini PenyebabnyaFoto: Infografis: Indonesiabaik.id
(rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed