Kamis, 12 Okt 2017 09:49 WIB

Registrasi SIM Card Belum Tentu Hilangkan Kebiasaan 'Pakai Buang'

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Ilustrasi. Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Apakah registrasi ulang SIM card bisa menghapus kebiasaan 'pakai buang', Smartfren mengaku tidak bisa memastikan karena sekadar ikut perintah pemerintah saja.

Demikian diungkap VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo. Menurutnya, Smartfren akan selalu patuh terhadap aturan yang dikeluarkan pemerintah, termasuk program registrasi ini.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menggalakkan program registrasi kartu SIM prabayar untuk pelanggan lama dan baru.

"Ya pasti ikut. Masak mau melawan pemerintah. Mau logis atau tidak, itu sudah kebutuhan nasional, kebutuhan negara. Kami sebagai operator mendukung," ujar Munir di Anyer.

Soal nantinya apakah bisa menghapus praktik atau kebiasaan 'pakai buang', Munir tidak bisa memastikan. Karena hal itu balik lagi pada penggunanya.

"Pakai buang itu jadi strategi operator. Kalau ada tren begitu di luaran, kami tidak ikut kan lucu," ujar Munir.

"Nah, soal apakah ada pelanggan di kami yang begitu, kami tidak tahu. Itu pedagang dan pelanggan yang melihat. Pokoknya kami hanya mengeluarkan promo salah satunya adalah untuk menarik pelanggan baru," jelasnya.

Terlepas dari itu, program ini sendiri diharapkan bisa mengendalikan siapa pengguna kartu SIM itu. Program ini sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005. Namun, pada praktiknya ada pedagang yang nakal.

"Operator dan pemerintah itu kan berusaha sebaik-baiknya. Tapi kalau di pasar ya sudah pasar yang berbicara. Kami hanya bisa mengeliminasi kejadian-kejadian seperti itu," ucap Munir.

Lebih lanjut Munir menyebut jika praktik 'pakai buang' ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Di India fenomena ini juga terjadi.

"Praktik ini di dunia juga dilaksanakan. Terutama untuk operator baru, contohnya Reliance Jio di India. Begitu dia mengeluarkan produk Jio, semua dikasih gratis. Agar apa? Agar menambah pelanggan," pungkasnya.

Seperti diketahui, demi peningkatan perlindungan hak pelanggan jasa telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai 31 Oktober 2017.

Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi ini dikatakan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan, terutama pelanggan prabayar sebagai komitmen melindungi konsumen dan untuk kepentingan national single identity.

(mag/yud)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Masih Sulit Bawa Manusia Terbang ke Mars

    'Masih Sulit Bawa Manusia Terbang ke Mars'

    Senin, 18 Jun 2018 21:35 WIB
    Space Launch System NASA, Rocket SpaceX milik Elon Musk, dan Blue Origin kepunyaan Jeff Bezos, diyakini mantan astronot ini masih sulit bawa manusia ke Mars.
  • Huawei Bantah Ancam Keamanan Australia

    Huawei Bantah Ancam Keamanan Australia

    Senin, 18 Jun 2018 19:59 WIB
    Huawei merilis surat terbuka yang isinya membantah tudingan pemerintah Australia yang menilai jaringan mereka berbahaya bagi keamanan nasional negara itu.
  • Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Senin, 18 Jun 2018 15:35 WIB
    Berbahan dasar kardus, tak sedikit gamer yang mengejek kemunculan Nintendo Labo. Meski demikian, nyatanya aksesoris Nintendo Switch ini laris manis di pasaran.
  • Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Senin, 18 Jun 2018 14:26 WIB
    Google terus memperkuat cengkraman bisnisnya di China dengan cara mengguyur uang triliunan rupiah di salah satu raksasa e-commerce pesaing terkuat Alibaba.
  • Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Senin, 18 Jun 2018 13:35 WIB
    Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data signifikan. Jika dibandingkan periode Lebaran tahun lalu, trafik data operator seluler itu melonjak pesat 109%.
  • Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Senin, 18 Jun 2018 12:53 WIB
    Setelah update Thanos dari euforia film Avengers Infinity War beberapa waktu lalu, kini game Fortnite juga ikut serta menyemarakkan Piala Dunia 2018.
  • Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Senin, 18 Jun 2018 10:59 WIB
    Hari ini adalah hari ayah di Amerika Serikat. Pendiri Microsoft Bill Gates pun tak ketinggalan mengucapkan selamat hari ayah untuk bapaknya yang ternyata..