CEO NET1 Indonesia Larry Ridwan mengatakan, pihaknya tengah melakukan migrasi sepenuhnya dari yang mulanya menggunakan teknologi CDMA ke 4G LTE. Net1 sendiri telah mengantongi izin untuk menggelar jaringan 4G di frekuensi 450 MHz.
"Akhir tahun ini saya ingin men-swap dari CDMA ke LTE, terus mengubah Ceria ke Net1. Tentunya akhir tahun kita sudah ingin launching dan banyak subscriber (pelanggan)," ujar Larry ditemui di Kantor Net1, Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Larry mengungkapkan, Net1 menganggarkan investasi swap dari CDMA ke LTE ini sebesar USD 130 juta. Anggaran tersebut ditujukkan untuk mem-swap 600 site network CDMA ke LTE.
"Ceria kan ada 600 site harus di-swap akhir tahun ini. Saya memilih untuk swap karena mengelola dua network ini tidak efisien, ada CDMA dan LTE. Jadi secepat mungkin ingin jadi LTE semua sehingga gampang. Komitmen stakeholder tentunya untuk melakukan swap dan memenuhi kewajiban lisensi itu kita menyiapkan dana hampir USD 130 juta," tuturnya.
Langkah tersebut, Larry mengungkapkan, diharapkan dapat mengakuisisi satu juta pelanggan baru setiap tahunnya.
Sejauh ini jaringan Net1 sudah menjangkau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, sampai Papua. Berbeda dengan operator seluler lainnya, Net1 lebih menyasar masyarakat pedesaan atau daerah terpencil yang ingin merasakan koneksi internet.
Namun semua jangkauan Net1 tersebut beberapa diantaranya masih berselimut CDMA. Dengan upaya Net1 untuk migrasi ke LTE sampai akhir tahun ini, ditarget wilayah-wilayah tersebut sudah menggunakan jaringan teknologi generasi keempat.
"Kita mulai LTE yang tidak ada CDMA sehingga effort swap minimal tapi bisa juga membuktikan business case kita, makanya kita mulai LTE dari Sulawesi lalu masuk ke Nusa Tenggara Barat dan Bali. Dari sisi barat, kita mulai dari Aceh. Jadi dari luar ke dalam untuk swap CDMA ke LTE," imbuhnya. (rns/rns)