Kamis, 07 Sep 2017 21:37 WIB

Telkom Infra Kembali Cari Bibit Pakar Telko

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta - Persaingan dunia kerja di industri telekomunikasi dinilai cukup ketat. Agar tidak diserbu oleh pekerja dari asing, lulusan universitas di Indonesia harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang cukup.

Mengakomodir permasalahan itu, PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia atau Telkom Infra kembali menggelar pelatihan bertajuk Immobi Competence Center bertajuk 4G-5G RNO Engineering Development Program. Program pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Telkom Infra dengan PT Immobi Solusi Prima dan Universitas Indonesia.

Karenanya, pelatihan ini nantinya akan mengambil tempat di Fakultas Teknik Elektro Universitas Indonesia. Selama dua bulan pelatihan peserta yang merupakan lulusan dari 18 universitas di Indonesia ini akan mendapat ilmu pengetahuan serta mentoring dari pakar industri telekomunikasi di Indonesia.

Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET

"Pelatihan Immobi Competence Center bertajuk 4G-5G RNO Engineering Development ini adalah bagian dari program Center of Excellent Network Optimization. Program-program seperti ini harus terus dilaksanakan agar kualitas jaringan telekomunikasi di Indonesia semakin hari semakin baik karena kualitas optimaliasi sebuah jaringan telekomunikasi dipengaruhi juga oleh kualitas SDM-nya," ucap Catur Joko Martono, OVP Network Engineering Telkom Infra di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (7/9/2017).

Sementara itu, menurut Direktur Immobi Rury Nazif pelatihan batch kedua ini dilakukan karena batch sebelumnya ternyata mampu memberikan hasil yang positif. Ratusan peserta pelatihan bisa diserap dengan baik oleh industri telekomunikasi di Indonesia.

"Alhamdulillah berhasil. Sekitar 70% langsung diserap oleh Telkom Group, sisanya diserap proyek lain. Telkom Infra melihat ada hasil yang bagus, makanya kembali mengajak Immobi untuk menggelar pelatihan batch kedua ini," ujar Rury.

Turut hadir dalam pembukaan, Dekan Fakultas Teknik Elektro Universitas Indonesia Dedi Priadi DEA menyambut baik gelaran pelatihan bibit industri telekomunikasi. Bahkan kalau bisa Dedi ingin agar program semacam ini perlu dibanyak.

Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET

"Mengapa demikian, karena pelatihan yang mengenai TI ini perlu mendapat pengakuan dari masyarakat TI. Tentunya dengan adanya pelatihan seperti ini masyarakat tahu. Ketika mereka lulus dari kampus, lalu ditambah dengan pelatihan profesional, mereka bisa lebih siap," ujar Dedi di kesempatan yang sama.

Sama seperti tahun sebelumnya, sebanyak 500 peserta tercatat mendaftar program ini. Namun, hanya sekitar 105 peserta yang diambil. Setelah mengikuti pelatihan, nantinya mereka akan disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan. (mag/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed