Selasa, 29 Agu 2017 17:20 WIB

Bos XL Blak-blakan Kenapa Melepas Elevenia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Dian Siswarini. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Dian Siswarini. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - XL Axiata (XL) mengambil keputusan melepas saham Elevenia, perusahaan e-commerce hasil joint venture antara XL dan SK Planet. CEO XL Dian Siswarini mengungkapkan langkah tersebut tidak perlu dihiasi rasa baper.

"Nggak perlu baper. Dulu Elevenia waktu saya masih chief digital service dibuatnya. Kalau kayak gini nggak boleh baper lah ya karena keputusan rasional, jadi kita jual saja," ujar Dian ditemuai usai peluncuran program Gerakan Donasi Kuota di Grha XL, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Pada pekan lalu, XL baru saja menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) untuk melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT XL Planet (Elevenia) termasuk juga seluruh saham dari SK Planet Global Holdings Pte. Ltd. (SK Planet), kepada PT Jaya Kencana Mulia Lestari dan Superb Premium Pte. Ltd.

Sejatinya niat menjual Elevenia sudah terbesit pada tahun lalu. Itu ditandai dengan kehadiran berbagai pemain e-commerce global yang masuk ke Indonesia, baik itu lewat investasi ke pemain e-commerce lokal hingga yang membeli perusahaan. Salah satu contohnya adalah masuknya Alibaba.

"Niatnya sejak pemain (e-commerce) gede itu datang, tahun lalu. Kalau proses penjualannya nggak terlalu panjang, cuma beberapa bulan," kata Dian.

Saat awal membangun Elevenia pada 2013 dan tahun berikutnya resmi beroperasi, industri e-commerce di Tanah Air masih terbilang sepi. Sehingga XL, ketika itu, berkeyakinan kalau Elevenia akan menguntungkan di kemudian hari.

Namun situasi itu berubah pada 2016. Alibaba yang sudah masuk dan Amazon yang dikabarkan akan segera menyusul, membuat operator yang identik warna biru ini memikirkan kembali nasib Elevenia.

"Dunia e-commerce (Indonesia) sudah crowded dengan investasi dari luar yang besar sehingga kalau bisnis seperti ini kan yang besar yang bakal menang. Kalau mau di situ akan butuh dana yang sangat besar, sementara XL sebagai perusahaan telco butuh dana besar juga. Jadi nggak bisa punya dua hal yang butuh dana besar, akhirnya ambil keputusan lebih baik dana yang dimiliki difokuskan ke bisnis telco," tutur Dian.

Terlebih kata Dian, pada masa awal-awal mendirikan perusahaan e-commerce, maka harus bakar duit untuk keperluan promosi dan lainnya. Setidaknya lima tahun pertama, perusahaan e-commerce harus 'berdarah-darah' dahulu.

"Dengan lebih banyak lagi kompetisi, yang diperlukan lebih banyak sehingga bleeding akan lebih panjang kalau dananya tidak diteruskan. Akhirnya, kita ambil kesimpulan untuk lepas," ucap perempuan berkacamata ini. (fyk/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed