Meski demikian, pemerintah dapat memberikan rujukan terkait layanan yang sering digunakan untuk mengakses internet tersebut.
"Pemerintah tidak akan menetapkan angka. Angka itu misalkan berapa rupiah per megabyte, tapi semacam buat rujukan seperti formula," ucapnya saat ditemui di DPR, Jakarta, Senin (24/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi masyarakat juga jangan mau murah-murahan sampai gratis, nanti siapa yang bangun jaringan kalau jaringan nggak bagus? Yang komplain pengguna juga," sebutnya.
Dalam menemukan formula tersebut, menteri mengaku akan memperhatikan komponennya seperti apa, begitu juga dengan data yield yang disebut Indosat dalam suratnya kepada menteri belum lama ini.
"Formula itu rumusan, nanti silakan bermain begitu, selebihnya menjaga kompetisi," imbuh Rudiantara.
"Misalkan, harga promosi atau apa nanti bicara sama KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha). Jangan lupa masyarakat harus diikutsertakan apakah nanti ada YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Negara), semua harus duduk bersama," tambahnya.
Pria yang akrab disapa Chief RA ini mengungkapkan kalau pemerintah peduli terhadap keberlangsungan industri telekomunikasi di Tanah Air.
"Pemerintah sangat concern terhadap suistainability terhadap industri. Kalau nggak sustained atau layanan jelek, yang rugi siapa," pungkasnya. (rou/rou)