Seperti diketahui, Indosat Ooredoo yang merupakan perusahaan telekomunikasi Indonesia, mayoritas sahamnya dipegang oleh Ooredoo, perusahaan telekomunikasi yang berasal dari Qatar. Ooredoo sendiri beroperasi di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara.
CEO Alexander Rusli pun menegaskan bahwa kisruh di Qatar tidak berdampak pada Indosat Ooredoo. "Gak ada, mereka kan salah satu pemegang saham mayoritas. Itu kan ada di Timur Tengah dan kita di sini, mereka kan hanya pemegang saham saja," ujar pria yang disapa Alex ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indosat sudah tidak pernah disuntik uang baru dari pemegang saham (Ooredoo). Ke depan harusnya tidak ada, sejauh ini memang gak ada dampaknya," ucap Alex.
Diberitakan sebelumnya, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab (UAE), Mesir dan Yaman memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin (5/6) waktu setempat. Negara-negara itu menuding Qatar mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri mereka. Qatar juga dituding mendukung agenda Iran, yang jelas menjadi musuh utama Saudi.
Qatar menyatakan, pemutusan hubungan itu tidak akan mempengaruhi kehidupan normal warga negara dan penduduknya. Namun setiap warga Qatar yang ada di negara yang memutuskan hubungan diplomatik, diberi waktu 14 hari untuk meninggalkan negara tersebut.
Dalam pernyataannya, otoritas Qatar menyebut pihaknya tengah menghadapi kampanye kebohongan dan rekayasa. "Kampanye penghasutan ini didasarkan pada kebohongan-kebohongan yang telah mencapai tingkat rekayasa penuh," demikian pernyataan itu. (fyk/fyk)