Senin, 22 Mei 2017 20:27 WIB

Jala Nusantara Telan Investasi Rp 200 Miliar

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET
Jakarta - Untuk memboyong Jala Nusantara Mardika, cable barge alias kapal yang memasang jaringan kabel bawah laut, Sarana Global Indonesia (SGI) harus mengeluarkan mahar sekitar Rp 200 miliar.

Presiden Direktur SGI, Chandra Arie Setiawan, mengatakan angka itu didapat dari nilai investasi cable barge yang dibelinya dengan angka USD 13 juta hingga USD 15 juta atau sekitar Rp 200 miliar secara full set.

"Dengan investasi cable barge, yang diberi nama Jala Nusantara Mardika, kami ingin bisa berperan dalam kemajuan teknologi telekomunikasi di Indonesia," ucapnya lewat keterangan tertulis, Senin (22/5/2017).

SGI sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di dalam bidang engineering, procurement, and construction (EPC). Mereka baru saja membeli cable barge dari perusahaan Jerman, Teafbau Gmbh Unterwaser (Tagu).

Selain untuk meningkatkan performa perusahaan, pembelian kapal kabel laut itu bertujuan mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi nasional. SGI dipercaya untuk mengerjakan kabel laut di Indonesia karena dinilai sangat berpengalaman dengan bisnis dengan NSW, pabrik kabel laut terbesar di dunia.

Chandra mengatakan, perusahaannya ingin berpartisipasi untuk membangun Indonesia dengan menghubungkan pulau ke pulau melalui jaringan kabel laut. "Jala Nusantara Mardika adalah marwah untuk menyatukan Nusantara yang mendukung program Nawacita," lanjutnya.

Secara teknis, cable barge ini menggunakan self propeller sehingga sedikit berbeda dengan cable barge yang sudah ada di Indonesia selama ini, baik dari segi kemampuan maupun kapasitasnya, yang cocok untuk perairan di Indonesia.

Cable barge ini pun hanya akan bekerja sampai kedalaman air sekitar 50 meter, dan akan mendekati pantai sampai pada kedalaman 4 meter. Dengan demikian, akan membuat pekerjaan shore end semakin pendek dan cepat.

Dalam jangka panjang, perusahaan bisa melakukan efisiensi, baik dari segi waktu maupun biaya, serta memperkecil ketergantungan terhadap penggunaan kapal-kapal asing.

Managing Director SGI Laksdya TNI (Purnawirawan) Y. Didik Heru Purnomo menyebutkan, kondisi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia merupakan masalah utama dalam pembangunan jaringan kabel laut. Ia merasa prihatin jika Indonesia sebagai negara kepulauan tidak mampu mengelola laut Indonesia yang sangat luas ini.

"Penjualan cable barge ke SGI terjadi karena Tagu melihat kredibilitas SGI yang sudah teruji di bidang engineering, procurement, and construction," ucap Graduate Engineer Jens Diekmann, Managing Director of Tagu Offshore. (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed