Jumat, 19 Mei 2017 16:39 WIB

Operator Waspadai Horor Macet Brexit Jilid II

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: Ilustrator Andhika Akbarayansyah Foto: Ilustrator Andhika Akbarayansyah
Malang -

Para pemudik pasti masih ingat dengan beratnya perjuangan pulang ke kampung halaman di Lebaran tahun 2016 lalu saat melalui gerbang tol Brebes Timur alias Brebes Exit (Brexit). Saat itu, situasinya begitu menguras tenaga dan kesabaran, apalagi jika sampai tak ada sinyal seluler.

Berkaca dari horor macet di Brexit, operator telekomunikasi pun sudah dari jauh-jauh hari mewaspadai kejadian serupa. Pasalnya, ketika ada penumpukan kendaraan/pengguna dalam jumlah masif di satu wilayah, ini akan berpengaruh terhadap kualitas layanan telekomunikasi.

Untuk itu, sejumlah antisipasi sudah siap dijalankan agar pengguna tetap nyaman internetan atau teleponan meski di tengah macet berjam-jam.

Andrias Indra, Vice President Network Operation Management Telkomsel memastikan, pihaknya bakal memantau sejumlah gerbang masuk/keluar tol di sepanjang jalur mudik. Dimana ketika ada kepadatan berlebih, peningkatan kapasitas jaringan sudah siap digelontorkan.

"Jadi misalkan seperti Brexit tahun lalu kan macet banget, jika dengan jaringan 3G saja tak mungkin (untuk memenuhi kebutuhan layanan pengguna). Makanya kita akan menambah kapasitas dengan 4G. Ini untuk menggaransi experience pelanggan tetap aman," ujarnya saat ditemui di sela uji jaringan Telkomsel di Malang, Jawa Timur.

Namun harus diakui jika titik-titik kemacetan jadi salah satu tantangan operator untuk mengamankan kualitas jaringannya, khususnya di area yang kepadatannya tidak bisa diprediksi sebelumnya.

"Sudah macet, panas, ini bisa bikin orang stres. Jadi risikonya lebih masif kalau sampai gak dapat sinyal. Kalau jaringan ikut kolaps juga maka semakin kasihan pelanggan," imbuh Andrias yang juga dipercaya sebagai Chief Commander program RAFI (Ramadan dan Idul Fitri tahun 2017) Telkomsel.

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) memprediksi bahwa titik kemacetan tak lagi di gerbang tol Brexit, melainkan juga di Pemalang atau yang dikenal sebagai Pemalang Exit (Pangxit).

Sementara jalur tol sampai Semarang masih belum selesai 100%. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, jika ingin menggunakan tol Semarang, nantinya hanya bisa menggunakan satu jalur saat musim mudik 2017.

Operator Waspadai Horor Macet Brexit Jilid IIAndrias Indra, Vice President Network Operation Management Telkomsel
Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi


838 Hotspot

Telkomsel sendiri juga telah mengidentifikasi sebanyak 838 hotspot atau POI (Point of Interest) yang meliputi bandar udara, terminal bus, stasiun kereta, dermaga, rumah sakit, area padat populasi, pasar tradisional, dan mal, dimana lokasi-lokasi tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan komunikasi yang cukup tinggi di masa Ramadan dan Lebaran.

Sebanyak 65 titik masuk dalam kategori Digital POI yaitu POI dengan lokasi-lokasi dimana pelanggan mendapatkan layanan produk digital lifestyle, T-Cash dan device 2G trade-in dan menjadi prioritas utama dari sisi pengamanan jaringan.

"Secara khusus kami mengidentifikasi titik-titik yang padat akan keramaian, seperti daerah atau objek wisata, bandara, bahkan titik exit tol. Kapasitas jaringan kami tingkatkan di lokasi-lokasi tersebut, untuk menjaga agar customer experience tetap terjaga, sekalipun terjadi lonjakan trafik," tutur Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan.

Telkomsel menyiapkan titik layanan pada 312 jalur mudik dan 526 lokasi wisata. Untuk memaksimalkan kapasitas di lokasi-lokasi tersebut, Telkomsel menyiagakan sebanyak 89 unit COMBAT (Compact Mobile Base Station) untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam mengakses layanan data.

Pada periode Lebaran pelanggan Telkomsel akan dilayani oleh 140.000 BTS, dimana lebih dari 60% diantaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G) yang mampu melayani bandwidth Internet sebesar 1687 Gbps.

Di sisi pelayanan, Telkomsel menghadirkan posko mudik dan titik layanan di lokasi-lokasi POI yang telah teridentifikasi. Selain itu seluruh channel pelayanan existing Telkomsel juga diharapkan dapat berfungsi maksimal selama Ramadan dan Lebaran, di antaranya 84 GraPARI Telkomsel Siaga dan 346 GraPARI Mitra Siaga, 487 Mobile GraPARI, 81 unit layanan digital self-service MyGraPARI, dan 359 Branch Office Mitra Distributor (TDC). (ash/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed