Vice President Service Operation Management XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan jumlah pelanggan yang menggunakan smartphone mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dihitung peningkatannya dari 21% menjadi 63% dari total pelanggan. Hal tersebut membuat trafik data mereka melonjak .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini jika tidak diantisipasi imbasnya kecepatan koneksi data pelanggan akan menurun. Untuk itu XL coba menerapkan jaringan 4,5G. Mereka percaya hal tersebut dapat memaksimalkan keterbatasan yang ada.
Adapun teknologi yang digunakan meliputi 4x4 MIMO, modulasi tinggi 256 QAM dan Carrier Aggregation (CA) frekuensi LTE 1800 MHz dengan LTE 2100 MHz/900 MHz. Teknologo-teknologi tersebut sudah dipasang di 20 lokasi di seluruh Indonesia. Hanya saja saat ini belum diaktifkan karena menunggu regulasi pemerintah.
"Rencananya pemerintah akan mengeluarkan Permen akhir Mei ini," kata Gede.
Tapi XL menyadari meski jaringan 4,5 G sudah tersedia, jika tidak didukung dengan ketersediaan perangkat maka akan percuma. Karena itu anak usaha Axiata ini mengajak sejumlah vendor ponsel untuk medatangkan perangkatnya di Indonesia.
"Saat ini baru 22% pelanggan XL sudah menggunakan ponsel Cat 6 yang mendukung 4,5G," kata Gede.
"Perlu adanya kerjasama yang erat antara XL Axiata sebagai operator dengan produsen smartphones sehingga akan terbentuk ekosistem yang mendukung layanan teknologi teknologi 4.5G," pungkasnya. (afr/fyk)