Rabu, 05 Apr 2017 18:20 WIB

Telkomsel Pemanasan 5G Lewat Uji Coba IoT

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
Jakarta - Telkomsel mulai gencar menggeber persiapan menuju 5G sembari melakukan uji coba teknologinya untuk akses internet of things (IoT) bersama Huawei.

Dalam uji coba yang kesekian kalinya ini, Telkomsel dan Huawei mencoba untuk menerapkan teknologi teknologi 3rd Generation Partnership Project (3GPP), yakni Massive Internet of Things (IoT) dan teknologi Frequency Division Duplexing (FDD), Massive Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO).

"Pada intinya IoT itu menghubungkan antara people, things, dan business," ujar Sukardi Silalahi, Direktur Network Telkomsel di kantor Telkomsel, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

"Uji coba Telkomsel kali ini sejalan dengan visi kami untuk melakukan transformasi digital dan senantiasa menjadi yang terdepan dalam menerapkan perkembangan teknologi seluler terkini yang akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia di masa depan," paparnya lebih lanjut.

Adapun uji coba yang menggunakan teknologi radio akses Narrowband IoT (NB-IoT) ini dilakukan pada frekuensi 900 MHz dengan metode stand alone sehingga jangkauannya lebih dalam atau lebih luas.

Selain itu, NB-IoT ini merupakan salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA), memungkinkan perangkat beroperasi hingga 10 tahun tanpa pengisian daya ulang baterai.

Untuk membuktikan kemampuan teknologi NB-IoT ini, Telkomsel dan Huawei mencoba untuk memperagakan Smart Water dan Smart Parking.

Dalam pengujian Smart Water, meteran air mengirimkan data dan diterima oleh platform IoT yang kemudian meneruskannya ke aplikasi mobile secara real time. Lewat aplikasi inilah, pengguna bisa mengetahui ukuran dari meteran air.

Selain Smart Water, Telkomsel juga memberikan demo Smart Parking, dimana melalui sebuah alat yang ditanam di dalam tanah dan tersambung lewat platform IoT. Dengan alat ini, pengelola parkir dan pengunjung bisa mengetahui slot parkir mana yang kosong.

Hanya saja, menurut Vice President Next Generation Network, Ivan Cahya Purnama, penerapan Smart Parking ini tidak cocok digunakan di parkiran gedung, tapi lebih ke tempat parkir yang terbuka.

"Karena bila parkir di gedung, cukup pasang kabel. Tapi kalau pakai kabel selain ribet, rawan vandalisme. Nah, kalau pakai alat ini, cukup ditanam. Jadi tidak terlihat," tutur Ivan.

Metode ini disebut Ivan masuk sebagai penawaran solusi dari Telkomsel. "Untuk implementasi ini sedang kami diskusikan. Bila negosiasinya cocok, bisa akhir tahun 2017," paparnya. (mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed