Jumat, 07 Okt 2016 13:30 WIB

Mengenal Lebih Dekat 'The Magnificent Seven' Kominfo

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: rou/detikcom Foto: rou/detikcom
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara baru saja melantik 'The Magnificent Seven' yakni tujuh pejabat Eselon 1 di lingkungan Kementerian Kominfo.

"Pengangkatan 'magnificent seven' ini berdasarkan Keputusan Presiden No. 118/TPA/2016," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu saat pelantikan di ruang serba guna Kominfo, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Ketujuh pejabat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dr.Ir Ismail MT : Dirjen Sumber Daya & Perangkat Pos & Informatika (SDPPI)
2. Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc : Dirjen Aplikasi Informatika.
3. Prof DR. Ahmad M.Ramli : Dirjen Penyelenggaraan Pos & Informatika (PPI).
4. Prof.Dr. Henri Subiakto: Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Hukum
5. Ir. Herry Abdul Azis, M.Eng : SAM Bidang Teknologi
6. Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si : SAM Bidang Komunikasi & Media Massa
7. Dr. Ir. Lala M Kolopaking : SAM Bidang Sos, Ekonomi & Budaya.

Ketujuh punggawa ini bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal Kominfo Farida Dwi Cahyarini, Dirjen IKP Rosarita Niken Widiastuti, Kepala Badan Litbang SDM Basuki Yusuf Iskandar, Inspektur Jenderal Ellly Fariani, serta tiga Staf Khusus Menkominfo: Danrivanto Budhijanto, Lis Sutjiati, dan Deddy Hermawan akan menjadi 'The Dream Team' di bawah arahan sang konduktor: Menteri Rudiantara.

Tapi, siapa sebenarnya 'The Magnificent Seven' itu sebenarnya? Mari kita mengenal lebih dekat!

1. DR. Ir. Ismail, MT
Alumni SMU De Britto Yogyakarta & ITB Bandung ini adalah sosok mumpuni di bidang telekomunikasi. Merintis karier sebagai PNS di Ditjen Postel, DR Ismail sempat menjadi pejabat eselon 2 di PPATK. Pada tahun 2012, Menkominfo Tifatul Sembiring memanggil pulang dengan menunjuknya sebagai Direktur Telekomunikasi. Di Akhir 2013, DR Ismail dirotasi menjadi Direktur Telekomunikasi Khusus dan Kewajiban Pelayanan Universal.

Pada akhir tahun 2015, nomenklatur Direktorat Telekomunikasi Khusus berubah menjadi Direktorat Pengembangan Pita Lebar. Jadilah DR Ismail menjadi Direktur Pengembangan Pita Lebar.

Tugas baru sebagai Dirjen SDPPI kini diembannya setelah melalui seleksi yang ketat dari beberapa calon unggul. Ditjen SDPPI memiliki kewenangan dalam pengaturan, pengelolaan, & pengendalian sumber daya & perangkat pos & informatika yg terkait dgn penggunaan oleh internal (pemerintah) maupun publik.

Tugas berat di depan mata, antara lain finalisasi migrasi frekuensi 800 MHz, pembangunan jaringan akses, pengembangan 4G, sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi.

2. Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc
Lulusan sebuah universitas di Fresno Amerika Serikat ini mulai karir profesionalnya pada tahun 1993 saat bergabung dgn Group Rajawali.

Sammy, sapaan akrabnya, lalu mendirikan PT ISP Jasnita Telekomindo. Kariernya melesat setelah dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2012. Jabatan itu ia emban hingga tahun 2015.

Salah satu prestasi yg terbilang sukses adalah ketika ia dipercaya menjadi Ketua Pelaksana Internet Governance Forum (IGF) di Bali pada tahun 2013. Perhelatan yg dihadiri oleh lebih dari 100 negara peserta tersebut, semula nyaris batal karena pemerintah kekurangan dana, namun berkat tangan dingin Sammy yang membentuk IGF ID untuk menggalang kekuatan dari multi stakeholder TIK, event akbar yg berlangsung 8 (delapan) hari tersebut berlangsung sukses dan mendapat pujian sebagai pelaksanaan IGF terbaik sepanjang sejarah.

Kini tugas baru penuh tantangan sebagai Direktur Jenderal Aplikasi Informatika sdh di depan mata. Program prioritas Kementerian Kominfo antara lain Gerakan 1000 Start Up, Sejuta Nama Domain untuk UMKM, Impelementasi Tanda Tangan Digital, DNS Filtering Konten Internet Negatif, implementasi Peta Jalan eDagang, finalisasi Peta Jalan eGov Indonesia 2016-2020 serta Finalisasi RUU Revisi UU ITE menjadi tanggung jawab Dirjen Aptika.

3. Prof DR Ahmad M Ramli
Beliau bukan orang baru di Kementerian Kominfo. Pada tahun 2005 sd 2008, pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum. Dari tangan Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung inilah lahir 2 (dua) Undang-Undang: UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE & UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Setelah mengegolkan kedua UU tsb, Prof Ahmad Ramli dipercaya menjadi Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum & HAM.

Sempat menjabat Plt Dirjen Peraturan Perundang-Undangan, lalu akhirnya dipercaya menjadi Dirjen Hak Kekakayaan Intelektual pada tahun 2011.

Tugas baru sebagai Dirjen PPI sdh menanti Lulusan Terbaik FH Unpad 1985 ini. Finalisasi perpanjangan izin 10 TV Swasta, rencana revisi UU Telekomunikasi, penyusunan regulasi over the top (OTT), migrasi TV Analog ke Digital, dan isu-isu penting lain sdh menanti.

4. Prof DR Henri Subiakto
Beliau adalah Staf Ahli Menteri terlama dalam sejarah Kementerian Kominfo. Hampir 10 (sepuluh) beliau mengabdikan diri menjadi 'penasihat' Menteri. Berturut-turut menjadi Staf Ahli untuk Prof M Nuh (2007-2009), Pak Tifatul Sembiring (2009-2014), Chief Rudiantara (2014 hingga sekarang).

Sebelum menjabat SAM Bidang Hukum, alumni UGM, UII, UI, & Unair ini menjadi SAM Komunikasi & Media Massa.

Sebagai SAM Bidang Hukum, Prof Henri akan memberikan asistensi bidang hukum kepada Chief RA, termasuk dalam penyusunan RUU Revisi UU ITE, rencana Revisi UU Telekomunikasi dan UU Penyiaran serta RUU Perlindungan Data Pribadi yg tengah disiapkan Ditjen IKP.

5. Drs Gun Gun Siswadi, M.Si
Merintis karier sebagai PNS Departemen Penerangan, lalu sempat menjadi pejabat eselon 3 di Kemkominfo.

Sebelum menjadi SAM Bidang Komunikasi & Media Massa, Pak Gun Gun menjabat Direktur Diseminasi Informasi di Badan Narkotika Nasional (BNN).

6. Ir Herry Abdul Aziz, M.Eng
Mengawali karier profesionalnya di BPPT, master system enginering dari Nagoya of Institute of Technology Jepang ini sempat menjabat Direktur eGovernment Ditjen Aptika pada tahun 2009 sd 2013.

Setelah sukses melaksanakan program e-Learning Jogja pada tahun 2013, beliau dirotasi menjadi Direktur Pemberdayaan Industri Informatika.

Dari beliaulah ide klasifikasi permainan interaktif (game) elektronik mulai dicetuskan hingga menjadi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 11 tahun 2016.

Tugas baru sebagai SAM Bidang Teknologi akan diembannya per hari ini. Asistensi dan nasihat bernas tentu akan ditunggu oleh Chief RA untuk percepatan penyelesaian beragam program prioritas Kominfo, termasuk Program Palapa Ring.

7. DR Lala M Kolopaking.
Pria lulusan S1 & S2 Institut Pertanian Bogor (IPB) ini akan menjabat SAM Bidang Ekonomi Sosial Budaya.

Kepakarannya di bidang sosial ekonomi yg selama ini ditempa di IPB dan berpuncak pada pendidikan doktoral di University of Science Malaysia tentu menjadi modal yg cukup untuk memberikan asistensi dan petuah 'ekososbud' kepada Chief RA. (rou/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed