Sejatinya yang umum dijajal oleh operator 4G di Indonesia adalah dual Carrier Aggregation. Ini adalah metode ketika operator seluler menggunakan dua frekuensi atau kanal demi menyodorkan kecepatan yang lebih baik, misal memadukan frekuensi 900 MHz dan 1800 Mhz.
Dengan penggunaan Dual Carrier Aggregation, kecepatan pun bisa dilipatgandakan. Contohnya kalau dengan single carrier bisa memperoleh kecepatan 100 Mbps, maka dengan dual Carrier Aggregation bisa lebih cepat dari itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi ketika yang lainnya berkutat di dual Carrier Aggregation, Smartfren menjajal hal yang sama sekali baru di Indonesia. Operator 4G ini menguji penggunaan triple Carrier Aggregation. Seperti dijelaskan oleh Christian Daigneault, CTO Smartfren, perusahaannya menggunakan satu blok kanal di frekuensi 850 MHz dan dua blok kanal di frekuensi 2300 Mhz demi mewujudkan hal tersebut.
"Kami berusaha menghadirkan teknologi triple Carrier Aggregation di Indonesia. Di dunia kami menjadi operator 4G ketiga yang melakukannya, sedangkan di Indonesia kami yang pertama," ujar Christian di Network Operation Center (NOC) Smartfren, di kawasan BSD, Tangerang Selatan.
Jadi triple Carrier Aggregation yang dijalankan Smartfren memanfaatkan kanal 10 Mhz di frekuensi 850 MHz, dikombinasikan dengan kanal 10+20 MHz di frekunsi 2300 Mhz. Dalam pengujiannya, kombinasi tersebut pun sukses mencetak kecepatan lebih dari 200 Mbps.
Christian sesumbar jaringan Smartfren sebenarnya sudah sangat siap mendukung implementasi triple Carrier Aggregation. Hanya dengan melakukan penyesuaian network, triple Carrier Aggregation sudah bisa didukung. Bahkan ketika triple Carrier Aggregation diwujudkan nanti, Smartfren sudah mengincar 22 kota besar cakupannya yang akan jadi yang pertama merasakannya.
"Kami akan hadirkan tripe Carrier Aggregation ini, nantinya akan diiringi dengan penyesuaian network. Tapi sejatinya triple Carrier Aggregation ini sudah didukung (jaringan Smartfren). Karena ini fitur software, kami bisa mengaktifkannya dengan mudah di semua jaringan kami," jelas Christian.
"Rencana kami adalah di 22 kota besar, yang kami anggap paling butuh triple Carrier Aggregation," imbuhnya.
Tapi di sisi lain, Christian tak menampik masih jarangnya handset yang mendukung triple Carierr Agrregation. Sebab saat ini hanya handset dengan chip Snapdragon 820 yang mendukung fitur di 4G LTE itu. Ditimpali Munir Syahda Prabowo, VP Network Smartfren, di Indonesia baru seri Galaxy S7 yang mendukung triple Carrier Aggregation.
Meski demikian, Christian menambahkan kalau Smartfren akan berusaha mendorong vendor ponsel agar mau lebih banyak menelurkan seri ponsel yang mendukung triple Carrier Aggregation. Diharapkan ponsel yang mendukung teknologi tersebut sudah akan mudah didapatkan pada akhir tahun 2016 mendatang.
"Diharapkan perangkatnya (yang mendukung triple Carrier Aggregation) sudah akan hadir pada akhir tahun (2016) ini. Kami mendorong vendor ponsel seperti Samsung, Lenovo, dan lain-lain untuk menghadirkannya," pungkas Christian. (yud/asj)