Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Smartfren Mulai Tinggalkan 800 MHz

Smartfren Mulai Tinggalkan 800 MHz


Adi Fida Rahman - detikInet

Menkominfo Rudiantara (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Smartfren memenuhi janjinya untuk pindah dari spektrum 800 MHz bulan Mei lalu. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

"Migrasi Smartfren sudah mulai. Mereka melakukannya secara bertahap," ujar menteri saat ditemui usai membuka pameran Indonesia Cellular Show 2016 di Jakarta Convention Center, Kamis (2/6/2016).

Rudiantara menjelaskan, pada awalnya Telkom mengajukan permohonan pemanfaatan spektrum 800 MHz untuk wilayah rural. Setelah dilakukan pengecekan, Smartfren tidak mempergunakannya di daerah rural.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi tidak harus menunggu hingga akhir tahun. Otomatis yang di rural itu kosong, bisa dipakai," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika yang dikeluarkan pada era Tifatul Sembiring, Smartfren diharuskan mengikuti tata ulang spektrum 800 MHz dan juga harus pindah dari 1.900 MHz.

Sebagai kompensasinya, Smartfren mendapatkan alokasi spektrum yang jauh lebih besar di 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHz. Itu artinya, operator seluler CDMA ini mendapatkan bonus lebar spektrum lebih dari empat kali lipat lebih besar dibanding di 1.900 MHz yang tadinya cuma 6,875 MHz.

Sementara di 800 MHz, jumlah spektrumnya tetap sama. Berkat spektrum peninggalan Mobile-8 Telecom dan Bakrie Telecom, anak usaha Sinar Mas Group ini punya spektrum 11 MHz.

Khusus di frekuensi 800 MHz itu, Smartfren diwajibkan untuk ikut tata ulang karena adanya rencana penggunaan frekuensi bekas TelkomFlexi oleh Telkomsel dan StarOne oleh Indosat. Spektrum itu rencananya akan digandengkan (extended) dengan spektrum yang dimiliki keduanya di 900 MHz.

Telkomsel dan Indosat nantinya menempati band B, sementara Smartfren di band A. Posisi tak ideal ada di Jabodetabek dan Jawa Barat di mana posisi kepemilikan frekuensi selebar 5,5 MHz dari Smartfren belum berdampingan sehingga harus ada penataan ulang. (afr/ash)





Hide Ads