Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Cara Kominfo Majukan Desa Tertinggal
Mengenalkan Teknologi dengan Pendekatan Non-Teknologi
Cara Kominfo Majukan Desa Tertinggal

Mengenalkan Teknologi dengan Pendekatan Non-Teknologi


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Presiden Joko Widodo memang menginginkan desa tertinggal di Indonesia bisa jadi lebih maju dengan mengandalkan teknologi. Namun faktanya, tidak semudah itu untuk mewujudkannya.

Teknologi, seperti diakui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, memang penting. Namun, untuk membuat masyarakat pedesaan jadi melek teknologi, pendekatannya harus berbeda.

"Tidak bisa kita samakan dengan masyarakat perkotaan yang sudah melek teknologi. Kita perlu pendekatan berbeda yang tak melulu teknologi," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu di ruang serba guna Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam catatannya, dari statistik yang dihimpun, di Indonesia terdapat 74.094 desa, dengan 26% di antaranya, atau sekitar 19.386 desa merupakan kategori tertinggal dan lokasi prioritas (lokpri).

Sedangkan 43% di antara desa tertinggal tersebut, atau sejumlah 8.447 desa merupakan desa tertinggal dengan akses sinyal telekomunikasi yang sudah baik.

Kondisi tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi desa dengan pendekatan digital sehingga mempercepat tercapainya kesejahteraan desa.

Alhasil, Rudiantara pun mengajak seluruh lapisan masyarakat dari kalangan teknologi untuk ikut mencari solusi yang benar-benar bisa berguna untuk memajukan desa tertinggal itu. Tidak cuma sekadar memberikan solusi berupa aplikasi, tapi juga pendampingan agar teknologi itu bisa dimanfaatkan maksimal.

"Yang sering kita lupakan adalah pendampingan, bagaimana caranya agar masyarakat desa bisa menggunakan aplikasi. Kita di kota selalu menanggap pola pikir di desa ini sama dengan di kota," kata menteri.

"Padahal di desa nelayan Ampenan yang pernah saya kunjungi, ini minimal perlu enam kali pendampingan. Kalau tidak ya percuma, dikasih smartphone malah cuma buat browsing dangdut. Jadi jangan terlalu dibawa ke teknologi, tapi lebih ke problem definition," jelas Rudiantara lebih lanjut.

Kominfo sendiri tengah menyelenggarakan program penggalangan gagasan Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT) yang terbuka bagi kaum muda.

Program untuk memberikan solusi terpadu bagi masalah desa tertinggal ini diselenggarakan untuk mendapatkan gagasan-gagasan segar yang datang dari masyarakat sendiri, terutama kaum muda.

Para peminat atau peserta ditantang untuk merumuskan solusinya dalam bentuk produksi video berisi gagasan pemecahan masalah yang ada pada desa-desa tertinggal.

Video yang berdurasi tiga menit tersebut diproduksi atas gagasan sendiri dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Video harus diunggah ke platform YouTube. Panitia akan memilih 50 ide terbaik untuk diikutkan dalam babak improvisasi ide.

Setelah itu, akan disaring kembali dan dipilih finalis sebanyak 25 tim untuk mengikuti Bootcamp. Pada presentasi final, penyelenggara akan memilih enam aplikasi dengan solusi yang dianggap terbaik.

Sasaran program ini ditargetkan untuk desa tertinggal yang meliputi desa nelayan, desa pedalaman dan desa pertanian.

Solusi teknologi yang digagas bisa mencakup pemecahan masalah: mata pencaharian, akses layanan kesehatan, akses layanan keselamatan, dan akses layanan keamanan.
Sedangkan solusi yang diharapkan meliputi komponen: jaringan, perangkat, aplikasi, pendampingan, dan implementasi.

Program ini dijalankan secara terpadu, mulai dari pengembangan solusi, penerapan, hingga pembinaan dan pendampingan yang mengikutsertakan komponen profesional dan masyarakat lokal yang relevan.

Sementara, Direktur Telekomunikasi Kementerian Kominfo Ismail mengatakan, tujuan utama dari program SDBT ini terbagi ke dalam tiga aspek, yakni meningkatkan produktivitas, keamanan, kesehatan dan keselamatan dasar, dan terakhir kesejahteraan desa.

Produktivitas yang dimaksud, contohnya seperti meningkatkan hasil produksi mata pencaharian di desa, sembari memaksimalkan produk yang dihasilkan terjual baik di pasaran.

Sementara keamanan, kesehatan dan keselamatan dasar untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menghubungi pihak berwenang secara real-time ketika terjadi hal yang membahayakan, termasuk ketika ada isu kesehatan dan juga bencana alam.

Dan untuk kesejahteraan, tujuannya demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam bidang perdagangan, pendidikan dan komunikasi.

Ismail sendiri berpendapat, peralihan dari aktivitas ekonomi tradisional ke aktivitas ekonomi digital dipastikan selain akan meningkatkan kecepatan transaksi ekonomi juga akan meningkatkan efisiensi proses ekonomi.

"Oleh sebab itu masyarakat harus sesegera mungkin dikondisikan untuk menyambut era ekonomi digital tersebut," ujarnya.

Berdasarkan capaian yang ingin diraih tersebut, diharapkan para inovator muda mampu menyajikan solusi dan implementasi yang menggabungkan elemen jaringan, perangkat, aplikasi dan dukungan sistem.

Pada gilirannya, pemikiran-pemikiran kaum muda ini akan memberi sumbangsih bagi terwujudnya kesejahteraan bangsa secara menyeluruh dimulai dari pelosok desa.

Adapun hadiah bagi aplikasi solusi terbaik adalah pembimbingan dengan mentor ahli dari berbagai bidang untuk penyempurnaan solusi.

Kemudian, kesempatan melakukan benchmarking ke negara yang sudah sukses dalam pengembangan startup. Dan terakhir kesempatan promosi aplikasi yang sudah dibuat melalui kerjasama pemerintah dan operator.

(rou/ash)
TAGS





Hide Ads