Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Dicari! 50 Aplikasi Lokal untuk Majukan Desa Tertinggal

Dicari! 50 Aplikasi Lokal untuk Majukan Desa Tertinggal


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Keinginan Presiden Joko Widodo untuk memajukan desa tertinggal melalui teknologi berbasis aplikasi coba diwujudkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan mencari 50 aplikasi buatan startup lokal melalui sebuah kompetisi.

Kompetisi itu digelar melalui program penggalangan gagasan Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT) yang terbuka bagi para startup yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda.

Menurutnya, tujuan dari digelarnya program ini untuk memberikan solusi terpadu bagi masalah desa tertinggal, serta untuk mendapatkan gagasan-gagasan segar yang datang dari masyarakat sendiri, terutama kaum muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namanya juga lagi mencari solusi, salah satunya dengan cara seperti ini. Mudah-mudahan ketemu. Tapi kita bangsa yang optimistis, pasti bisa temukan solusi untuk majukan desa tertinggal," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu di ruang serba guna Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Rudiantara menilai, internet merupakan sarana yang efektif untuk mempercepat laju ekonomi perdesaan. Anak-anak muda yang akrab dengan perkembangan teknologi digital diharapkan mampu merintis gagasan perubahan di desa tempat tinggal mereka.

"Peralihan dari aktivitas ekonomi tradisional ke aktivitas ekonomi digital dipastikan selain akan meningkatkan kecepatan transaksi ekonomi, juga akan meningkatkan efisiensi proses ekonomi. Oleh sebab itu, masyarakat harus sesegera mungkin dikondisikan untuk menyambut era ekonomi digital tersebut," kata Rudiantara.

Karena itu, lanjut dia, Kemenkominfo menantang anak muda dari pelosok Tanah Air untuk mengikuti SDBT. Kompetisi ini merupakan program penggalangan gagasan-gagasan terbaik yang menghadirkan solusi terpadu bagi masalah desa tertinggal.

Rudiantara menjelaskan, mereka yang berminat diminta untuk membuat video berdurasi tiga menit. Video ini berisi gagasan-gagasan orisinal peserta dan harus diunggah ke platform YouTube. Panitia akan memilih 50 video terbaik untuk masuk ke dalam babak improvisasi ide. Daftar desa terkait dapat dilihat diΒ  laman http://www.solusi.broadband-desa.go.id.

Dari 50 peserta yang lolos, panitia SDBT akan menyeleksi 25 tim untuk mengikuti Bootcamp. Pada tahap presentasi final, panitia akan memilih enam aplikasi dengan solusi yang dianggap terbaik.

Panitia menyiapkan sejumlah hadiah bagi para finalis. Di antaranya, pembimbingan dengan mentor para ahli dari pelbagai bidang untuk penyempurnaan solusi.

Kemudian, kesempatan melakukan benchmarking ke negara yang sukses dalam pengembangan start-up. Tak ketinggalan, kesempatan promosi aplikasi yang sudah dibuat melalui kerja sama Kemenkominfo dengan operator.

Sasaran program ini, menurut Menteri Rudiantara, ditargetkan bagi desa tertinggal yang meliputi desa nelayan, desa pedalaman dan desa pertanian.

Solusi teknologi yang digagas bisa mencakup sejumlah persoalan, semisal mata pencaharian, akses layanan kesehatan, akses layanan keselamatan, atau akses layanan keamanan. Adapun solusi yang diharapkan terkait komponen meliputi jaringan, perangkat, aplikasi, pendampingan, dan implementasi.

Kompetisi SDBT dijalankan secara terpadu, mulai dari pengembangan solusi, penerapan, hingga pembinaan dan pendampingan. Nantinya, solusi yang digagas akan mengikutsertakan komponen profesional dan masyarakat lokal yang relevan. (rou/ash)
TAGS







Hide Ads