Seperti dikutip detikINET dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/4/2016), sepanjang 2015 pendapatan yang diraih sebesar Rp 3,02 triliun atau naik tipis 2,3% dibandingkan 2014 sebesar Rp 2,95 triliun.
Pasokan pendapatan terbesar Smartfren berasal dari layanan data sebesar Rp 2,45 triliun, suara (Rp 290,137 miliar), SMS (Rp 143,053 miliar), abonemen (Rp 25,67 miliar), interkoneksi (Rp 81,261 miliar) dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emiten bursa dengan kode FREN ini juga mengalami rugi usaha sebesar Rp 1,3 triliun sepanjang 2015. Angka ini naik dibandingkan 2014 yang sebesar Rp 972,6 miliar.
Salah satu pemicu naiknya kerugian dari Smartfren adalah rugi kurs sepanjang 2015 sebesar Rp 261,92 miliar. Angka ini naik dibandingkan 2014 yang 'hanya' Rp 105,6 miliar. (rou/rou)