Namun, layanan yang mirip dengan VoIP itu dipastikan tak akan menggerus kuota tarif data. Smartfren pun mengatakan, skema tarif yang dipakai adalah dengan cara potong pulsa layaknya panggilan telepon seluler biasa.
Sukaca Purwokardjono, Division Head Smartphone Business Smartfren Telecom, meminta kepada para pelanggannya agar tidak usah takut dengan masalah tarif, karena operator seluler ini akan menerapkan tarif telepon biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, anak perusahaan Sinar Mas ini dilaporkan bingung untuk memilih skema tarif VoLTE yang akan dirilisnya. Apakah dengan menawarkan kuota data, potong pulsa, atau mirip Skype. Namun pada akhirnya, Smartfren memilih skema potong pulsa.
Lebih lanjut Sukaca mengatakan jika saat ini belum ada penerapan biaya interkoneksi jika panggilan tersebut dilakukan secara lintas operator. Karena saat ini memang belum ada regulasi yang menangani masalah biaya interkoneksi.
Tak hanya itu, Sukaca juga mengatakan bahwa ke depannya Smartfren akan menghadirkan paket khusus VoLTE. Namun untuk saat ini, konsumen bisa memanfaatkan paket Smart Plan, dimana dengan membayar Rp 60.000 konsumen bisa mendapatkan data 2 GB dan panggilan 1.000 menit. (rou/rou)