Selasa, 09 Feb 2016 18:55 WIB

Menanti Akhir Suara Pelanggan 'Kembalikan IndiHome'

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: Change.org Foto: Change.org
FOKUS BERITA Telkom Blokir Netflix
Jakarta - Suara kekecewaan pelanggan atas kebijakan baru di layanan IndiHome terus bergulir melalui petisi online di situs change.org. Ðukungan terhadap petisi bertajuk 'Kembalikan IndiHome Seperti Semua' itu sudah mencapai ribuan dukungan.

Saat dicek detikINET, Selasa (9/2/2016) petang, halaman petisi online yang digagas oleh Yogi Christianto itu sudah menembus 12.301 dukungan, masih butuh 2.699 lagi untuk melampaui angka 15.000.

Dalam isinya, petisi tersebut menyoroti kebijakan Telkom yang memberlakukan sistem Fair Usage Policy (FUP) pada layanan IndiHome sejak 1 Februari 2016. Kebijakan ini dinilai sangat merugikan pelanggan lantaran adanya pembatasan kuota internet yang seharusnya unlimited menjadi sistem kuota.

"Pembatasan ini tidak ada bedanya dengan layanan Mobile Broadband," tegas petisi tersebut.

"Kami konsumen tidak keberatan bila harga berlangganan naik, tetapi kembalikan IndiHome seperti semula, tidak ada batasan kuota dan beberapa channel UseeTV yang hilang tolong kembalikan seperti semula, Telkom harus sadar, bahwa penyedia layanan ISP di Indonesia tidak hanya Telkom saja, konsumen bisa saja berhenti berlangganan jika PT. Telkom Indonesia terus menerus menekan pelanggan," lanjutnya.

Telkom sendiri sebelumnya sudah buka suara soal keputusan FUP ini. Menurut keterangan resmi Telkom, kebijakan FUP ini untuk melindungi pengguna yang wajar (normal user) dari pemanfaatan pemakaian berlebihan (tidak wajar) oleh pengguna berat (heavy user). Negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia pun disebut Telkom telah menerapkan FUP, demikian juga operator-operator di Indonesia.

Dari kacamata Telkom, FUP dianggap perlu karena biasanya heavy user menyalahgunakan fasilitas unlimited yang diberikan untuk bisnis warnet atau download untuk bisnis film/game bajakan sehingga pemakaian mereka menjadi tidak wajar dan berakibat mengganggu rasa keadilan dan kenyamanan bagi pengguna lain yang membayar dengan tarif yang sama.

"Bahkan ada juga pelanggan yang menjual kembali layanan internet kepada tetangga-tetangga di sekitarnya," ujar BUMN telekomunikasi ini.

FUP yang dipatok Telkom melalui IndiHome sendiri pun diklaim sudah sangat leluasa untuk pemakaian rumah tangga. Sebagai contoh untuk layanan 10 Mbps, IndiHome memberikan fair usage 300 GB atau setara nonton film kualitas SD selama 1.800 jam atau kurang lebih 1.200 film.

Sebagai perbandingan, FUP di Malaysia adalah 120 GB. Untuk layanan IndiHome, setelah FUP, speed dijanjikan masih cukup bagus pada 7,5 Mbps. Telkom menegaskan, dari hasil trial yang dilakukan, tidak ada pelanggan yang komplain karena terkena FUP.

"Yang komplain ternyata yang melakukan resell seperti warnet dan mini operator tanpa lisensi," ujar Dian Rachmawan, Direktur Consumer Telkom.

Entah sampai kapan polemik kebijakan FUP vs pelanggan ini berakhir. Apakah keputusan Telkom bisa digoyahkan setelah adanya petisi ini, atau tetap tak ada pengaruhnya? (ash/rns)
FOKUS BERITA Telkom Blokir Netflix
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed