Rabu, 03 Feb 2016 09:52 WIB

Ramai-ramai FUP IndiHome, Telkom: Yang Komplain Warnet

Ardhi Suryadhi - detikInet
Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan (Foto: Telkom) Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan (Foto: Telkom)
Jakarta - Setelah isu pemblokiran Netflix, Telkom kembali menjadi buah bibir setelah menetapkan kebijakan Fair Usage Policy (FUP) terhadap layanan internet IndiHome.

Menurut keterangan resmi Telkom, kebijakan FUP ini untuk melindungi pengguna yang wajar (normal user) dari pemanfaatan pemakaian berlebihan (tidak wajar) oleh pengguna berat (heavy user). Negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia pun disebut Telkom telah menerapkan FUP, demikian juga operator-operator di Indonesia.

Dari kacamata Telkom, FUP dianggap perlu karena biasanya heavy user menyalahgunakan fasilitas unlimited yang diberikan untuk bisnis warnet atau download untuk bisnis film/games bajakan sehingga pemakaian mereka menjadi tidak wajar dan berakibat mengganggu rasa keadilan dan kenyamanan bagi pengguna lain yang membayar dengan tarif yang sama.

"Bahkan ada juga pelanggan yang menjual kembali layanan internet kepada tetangga-tetangga di sekitarnya," ujar BUMN telekomunikasi ini.

FUP yang dipatok Telkom melalui IndiHome sendiri pun diklaim sudah sangat leluasa untuk pemakaian rumah tangga. Sebagai contoh untuk layanan 10 Mbps, IndiHome memberikan fair usage 300 GB atau setara nonton film kualitas SD selama 1.800 jam atau kurang lebih 1.200 film.

Sebagai perbandingan, FUP di Malaysia adalah 120 GB. Untuk layanan IndiHome, setelah FUP, speed dijanjikan masih cukup bagus pada 7,5 Mbps. Telkom menegaskan, dari hasil trial yang dilakukan, tidak ada pelanggan yang komplain karena terkena FUP.

"Yang komplain ternyata yang melakukan resell seperti warnet dan mini operator tanpa lisensi", ujar Dian Rachmawan, Direktur Consumer Telkom.

"Pelanggan pada umumnya tidak perlu khawatir dengan batasan FUP ini karena sangat longgar dan hampir tidak pernah melampaui batasan FUP tersebut," lanjutnya.

FUP Membatasi Streaming?

Streaming video melalui internet memang memakan bandwidth yang besar dan akan boros apabila streaming dilakukan ke server di luar negeri. Untuk itu, Telkom akan mewadahinya dalam platform Video OTT (Over-The-Top), sehingga sama sekali tidak akan menggunakan batasan FUP pelanggan.

Sebagaimana diketahui, IndiHome adalah layanan Triple Play: Play pertama adalah Phone, Play kedua adalah Video UseeTV (hybrid IPTV dan OTT) dan Play ketiga adalah internet.

"Streaming berbayar Video On Demand seperti Netflix, iFlix, CatchPlay dan HOOQ di samping free streaming seperti YouTube akan berada pada platform Video UseeTV (play ke dua), dan menjadi partner content yang memperkaya UseeTV Indihome sekaligus menghemat bandwidth ke luar negeri dan meningkatkan trafik Internet di dalam negeri".

"Saat ini Telkom sedang mengembangkan platform hybrid OTT di samping eksisting IPTV. Layanan ini direncanakan akan diimplementasikan pada semester dua, tahun 2016 ini," tandas Telkom. (ash/fyk)