Kehadiran jaringan 4G di 85 kota ini sebenarnya sudah ada sejak bulan Desember 2015. Namun baru kali ini Smartfren mengumumkannya ke publik.
"Indonesia ini ada 514 kota, dan kami sudah bisa di 85 kota. Itu paling banyak dibanding operator lain di Indonesia, bahkan dibanding operator di negara lain. Coba lihat saja Singapura, itu kan cuma satu kota," ujar Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys saat konferensi pers di Jakarta, Senin (25/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layanan 4G LTE Smartfren di 85 kota ini menggunakan dua spektrum frekuensi dengan dua teknologi pengantaran data. Yaitu FDD di 850 MHz dan TDD di 2,3 GHz.
Pada jaringan 2,3 GHz ini 4G LTE Smartfren juga bisa digeber dengan teknologi carrier aggregation (CA), untuk menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi. Meski perlu diingat juga bahwa jaringan ini baru bisa berjalan dengan ponsel yang mempunyai teknologi yang sama.
"Perangkat tersebut harus memiliki spesifikasi 4G LTE Cat. 6 (kategori 6) dan saat ini masih sangat terbatas," ujar Munir, VP Special Project Network Smartfren dalam acara yang sama. Mudah-mudahan, lanjut Munir, di tahun 2016 semakin banyak perangkat yang mendukung 4G LTE cat.6 ini.
Dalam pengembangan jaringan 4G LTE ini Smartfren menggandeng ZTE dan Nokia sebagai partner infrastrukturnya. Nokia kebagian pembangunan BTS di Indonesia bagian barat, sementara ZTE kebagian membangun di wilayah timur Indonesia, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. (asj/fyk)