3 Cara Pemerintah Katrol SDM di Bidang ICT

3 Cara Pemerintah Katrol SDM di Bidang ICT

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Kamis, 31 Des 2015 15:40 WIB
Menkominfo Rudiantara. (asj/detikINET)
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menjalankan tiga program utama untuk mengembangkan ekosistem sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

"Ada tiga program utama yang dijalankan sepanjang 2015 untuk ekosistem SDM di ICT. Kami mengoptimalkan sumber daya pemerintah yang terbatas untuk memperoleh dampak maksimal,” kata Menkominfo Rudiantara di gedung Kemenkominfo, Jakarta.

Dipaparkan olehnya, program pertama yang telah dilakukan adalah pengesahan peraturan Menkominfo mengenai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kemudian yang kedua, penyusunan rancangan SKKNI dengan melibatkan asosiasi industri dan asosiasi profesi.

Ketiga, pembinaan individu serta kelembagaan melalui pelatihan dan sertifikasi bagi angkatan kerja muda, instruktur, asesor serta dukungan untuk pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

"Untuk LSP sekarang kita berikan sertifikat lisensi. Ada lima LSP bidang Kominfo dan satu Panitia Tempat Uji Kompetensi (PTUK). Kelima LSP ini adalah LSP Telekomunikasi, LSP Komputer, LSP Public Relations Indonesia, LSP STIKI Malang, dan LSP STIKOM CKI,” ungkap Rudiantara.



Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) yang saat ini dipimpin Soegiharto Santoso sebagai Ketua Umum, juga diamanahkan oleh Kominfo sebagai Ketua LSP Komputer.

Menurut Soegiharto yang akrab disapa Hoky, pihaknya turut ambil bagian dalam mendukung didirikannya LSP Komputer karena di awal tahun 2016 ini Indonesia akan terintegrasi dengan MEA dan dalam waktu dekat akan bergabung dengan TPP.

"Kita harus membentengi internal dengan mewujudkan SDM di bidang ICT yang baik. Diharapkan, melalui LSP Komputer, dapat meningkatnya iklim kompetisi dalam pasar tenaga kerja di tingkat lokal, regional maupun global," ujarnya saat berbincang dengan detikINET, Kamis (31/12/2015).

LSP Komputer adalah lembaga pendukung BNSP yang bertanggung jawab melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi. LSP ini didirikan di bawah naungan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Indonesia (AP3I).

Seperti tertuang dalam Anggaran Dasar LSP Komputer, tujuan dari program ini adalah untuk melakukan menyertifikasi SDM pada sektor komputer dan informatika, khususnya pada industri perangkat keras dan lunak.



Dalam kesempatan yang sama, Huawei juga menyadari pentingnya pengembangan industri ICT di Indonesia. Salah satu caranya melalui pendidikan bagi generasi muda agar mereka memiliki daya saing dan kualitas internasional.

"Huawei juga masih melihat adanya gap antara ilmu yang diperoleh di institusi pendidikan dengan kebutuhan industri," kata Corporate Communication Manager Huawei Tech Investment, Fita Indah Maulani kepada detikINET, Kamis (31/12/2015).

Hal tersebut menjadi landasan bagi Huawei untuk fokus melakukan kegiatan CSR di bidang pendidikan. Kontribusi Huawei dimulai dari program magang bagi mahasiswa pada tahun 2009 dan mendirikan Training Center bersama STEI ITB.

Ingin memberikan kontribusi yang lebih nyata, Huawei pun bekerjasama dengan Balitbang Kominfo, Telkom, dan Telkomsel, untuk memberikan pelatihan bersertifikasi kepada mahasiswa selama tiga tahun.

"Pelatihan ini dimulai sejak 2014 dengan jumlah peserta terus bertambah setiap tahunnya. Pada 2014, sebanyak 200 mahasiswa dari enam universitas, yaitu ITB, UGM, UI, ITS, Undip, dan Telkom University," lanjut Fita.

Semua mahasiswa itu berkesempatan untuk mengikuti pelatihan sertifikasi Huawei Certified Datacom Associate (HCDA) selama sepekan di Jakarta. Peserta yang lulus memperoleh sertifikat internasional dan SKKNI.

Sebanyak 20 lulusan terbaik juga berkesempatan magang di Telkomsel dan 10 terbaik mengikuti pelatihan Seeds for the Future di Tiongkok selama dua pekan untuk belajar teknologi.

"Tahun ini, kami menambah jumlah peserta menjadi 300 mahasiswa dari 10 universitas, 6 universitas yang telah bekerjasama tahun lalu ditambah dengan USU, Unibraw, Institut Teknologi Del, Unhas," masih kata Fita.

Adapun sertifikasi yang diberikan adalah Huawei Certified Network Associated (HCNA). Sebanyak 20 lulusan terbaik kembali magang di Telkomsel dan sebanyak 11 mahasiswa diberangkatkan ke Tiongkok untuk mengikuti pelatihan di Beijing dan Shenzhen.

"Tahun depan, kami berencana menambah kembali jumlah mahasiswa dan universitas yang berkesempatan mengikuti pelatihan di Jakarta. Bagi mahasiswa yang tertarik mengikuti pelatihan ini, bisa mengirimkan CV kepada Huawei dengan subject pelatihan HCNA," papar dia lagi.

Syaratnya, mahasiswa strata satu jurusan elektro atau telekomunikasi dengan IPK minimal 2,75, memiliki ketertarikan dengan industri telekomunikasi dan berkomitmen mengikuti pelatihan selama sepekan di Jakarta jika terpilih.

"Huawei akan melakukan seleksi administratif sebelum melakukan wawancara langsung dan peserta terpilih akan diumumkan melalui email. Biaya pelatihan, ujian sertifikasi, akomodasi, dan transportasi selama pelatihan ditanggung oleh Huawei. Kalau minat tunggu informasi lebih lanjut awal tahun depan," pungkasnya.

(rou/ash)