Bahkan, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, dengan penuh percaya diri mengatakan layanan 4G yang disediakan oleh anak usaha Telkom itu mampu bikin warga negara asing (WNA) serasa di kampung halaman sendiri.
Yang dimaksud oleh Ririek, dengan hadirnya Telkomsel 4G di Balikpapan berarti secara koneksi layanan sudah tak ada bedanya dengan di negara-negara yang lebih dulu mengimplementasikan teknologi 4G. Hal inilah yang lantas bikin orang asing yang bekerja di Balikpapan bisa merasa seperti di negaranya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukannya tanpa alasan, jumlah WNA yang menetap di Balikpapan terbilang tinggi. Alasannya karena banyak perusahaan asing yang beroperasi di kota ini. Oleh karenanya selain masyarakat Balikpapan sendiri, WNA di balikpapan pun menjadi sasaran Telkomsel 4G.
Terlepas dari itu, Ririek juga berharap, agar warga lokal di Balikpapan bisa memanfaatkan Telkomsel 4G secara maksimal dan bermanfaat. Dalam artian, kecepatan tinggi yang dimiliki Telkomsel 4G jangan hanya dipakai untuk sekadar browsing saja, tapi lebih dari itu agar bisa dimanfaatkan untuk membangun ekonomi kreatif berbasis digital.
Diresmikannya layanan 4G di Balipapan juga semakin meningkatkan rasa percaya diri Telkomsel perihal pencapaian jumlah pelanggan 4G. Operator merah ini menargetkan sebanyak dua juta pelanggan sudah bisa memanfaatkan layanan 4G-nya hingga akhir 2015. Sedangkan untuk tahun 2016 mendatang, Telkomsel pede bisa merengkuh hingga 8 juta pengguna layanan 4G.
Saat ini jumlah pelanggan Telkomsel 4G sudah menyentuh angka 1,8 juta pengguna, mayoritas memang masih di Jabodetabek. Para pengguna 4G ini dilayani oleh 2.200 eNode B yang tersebar di 11 kota di Indonesia. Di Balikpapan sendiri, Telkomsel memasang 65 base station 4G saat awal komersialisasi.
"Sampai akhir tahun target kami dua juta pelanggan 4G. Sedangkan untuk tahun 2016 diharapkan bisa mencapai target delapan juta pelanggan 4G. Utamanya adalah mengincar pengguna di usia muda," pungkas Ririek.
(rou/rou)