Dengan infrastruktur lebih dari 13.000 remote VSAT di 44 kota yang ada di seluruh Indonesia, Aplikanusa Lintasarta berhasil menembus jajaran atas penyedia jaringan satelit mini di kancah internasional.
Anak usaha Indosat ini berhasil menembus tiga besar VSAT Service Provider of the Year Award 2015 dalam ajang Konferensi VSAT Internasional 2015 di London, Inggris yang diselenggarakan oleh Informa Telecoms & Media dan Comsys, organisasi riset satelit terkemuka.
Konferensi VSAT 2015 adalah pertemuan tahunan ke-17 para pengambil keputusan utama dari berbagai industri yang membicarakan berbagai isu penting, perkembangan terbaru industri dan mengidentifikasi peluang di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti detikINET kutip dalam keterangannya, Selasa (10/11/2015), salah satu studi kasus yang diangkat Lintasarta di ajang Konferensi VSAT Internasional ini adalah solusi VSAT untuk perkebunan kelapa sawit.
VSAT Lintasarta telah membantu salah satu pelanggannya, perusahaan besar di industri minyak kelapa sawit yang perkebunannya di Sumatera dan Kalimantan memiliki luas lebih dari 350.000 hektar yang ditargetkan akan menjadi dua kali lipat pada 2020.
Perusahaan ini yang berdiri pada akhir 1990 telah tumbuh dengan pesat dengan tingkat efisiensi yang sangat tinggi dibandingkan pemain lain di industri minyak kelapa sawit.
Solusi VSAT Lintasarta pun dianggap sukses menjadi media akses di seluruh titik proses untuk berbagai aktivitas perusahaan yang dimulai dari perkebunan, lapangan, penimbangan, distribusi, hingga titik pemrosesan.
Keberhasilan menembus tiga besar dunia jelas ikut membuat Arya Damar, President Director Aplikanusa Lintasarta, merasa bangga bukan main. Apalagi perusahaan yang dipimpinnya diapit oleh para kandidat provider internasional yang sudah terbukti kehebatannya.
"Sejak berdiri pada tahun 1988, inovasi dan profesional dalam memberikan layanan telah menjadi budaya di Lintasarta. Penghargaan nominasi ini memperkuat semangat kami untuk menjadikan Lintasarta sebagai ICT Total Solution Company terdepan," tambahnya.
Lintasarta sendiri telah tumbuh menjadi penyedia layanan VSAT terbesar di Indonesia karena memiliki memiliki SCPC VSAT dan IP VSAT. VSAT alias Very Small Aperture Terminal merupakan stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter.
Platform teknologi VSAT Lintasarta didukung oleh Fix dan Gyro (maritim). Lintasarta SCPC VSAT dinilai sangat cocok untuk industri minyak dan gas, pertambangan, dan perkebunan.
Sedangkan Lintasarta IP VSAT, menggunakan Broadband Satellite DVB-S dengan teknologi berbasis Internet Protocol (IP) standar, yang menghubungan beberapa lokasi terpencil untuk industri perbankan, asuransi, dan supply chain, antar kota dan antar cabang.
(rou/rou)