"Balon Google hanya untuk melengkapi, cuma komplementer. Karena network kita sudah cover 99% populasi penduduk Indonesia," kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah saat berbincang dengan detikINET di Batam.
Uji coba antara Telkomsel dan balon Google itu akan berlangsung setahun penuh sejak awal 2016. Ada lima titik yang akan jadi lokasi uji coba, antara lain di atas kepulauan Sumatera, Kalimantan, dan Papua Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama masa uji coba teknis ini, akses internet melalui Project Loon, ditegaskan olehnya, akan berada sepenuhnya dalam kontrol Telkomsel melalui infrastruktur backbone yang dimiliki Telkomsel ataupun Telkom seperti di Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS).
Balon Google nantinya akan terbang dan bergerak mengelilingi Indonesia di atas ketinggian 20 kilometer dengan radius pancaran sinyal 40 kilometer. Sinyal yang dihantarkan merupakan sinyal seluler 4G LTE dengan base station buatan Google sendiri.
"Kita belum ada angka, masih pure di trial, posisinya jelas hanya untuk melengkapi. Kalau layak akan kita pakai, tapi ini belum tentu layak juga karena biayanya tidak murah. Apalagi balonnya tiap 150 hari harus diganti," papar Ririek.
Sembari menguji coba balon Google ini untuk jadi pelengkap yang menjangkau area terpencil secara geografis, Telkomsel pun akan terus melakukan penggelaran jaringannya ke seluruh pelosok Indonesia.
"Tahun ini jumlah BTS Telkomsel akan menembus angka 100 ribu yang tersebar hingga ke pelosok Nusantara, termasuk ke berbagai daerah perbatasan, dimana lebih dari 50% di antaranya adalah BTS broadband, baik itu 3G maupun 4G," pungkas Ririek.
(rou/ash)