Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
10 Juta Pengguna 4G di Indonesia Beli Ponsel Rp 50 Triliun

10 Juta Pengguna 4G di Indonesia Beli Ponsel Rp 50 Triliun


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Jakarta -

Dalam setahun terakhir, pengguna ponsel di Indonesia diperkirakan sudah membelanjakan uang kurang lebih Rp 50 triliun untuk membeli sekitar 10 juta unit handset smartphone 4G.

Perkiraan nilai belanja ponsel 4G itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, tadi malam saat menghadiri peluncuran Lenovo A2010 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/11/20115).

"Dari data teman-teman operator, sudah ada 10 juta handset 4G yang teregister di sistem network. Kalau misalnya handset 4G yang high-end ini rata-rata Rp 5 juta, dikali 10 juta saja sudah sekitar Rp 50 triliun yang diinvestasikan masyarakat untuk 4G," papar menteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi angka itu masih sedikit, karena masyarakat spent USD 5 miliar setiap tahunnya, atau sekitar Rp 60 triliun-Rp 70 triliun untuk beli ponsel, baik yang resmi maupun tidak resmi lewat BM atau black market," lanjut Chief RA, panggilan akrabnya.

Layanan 4G, menurutnya, tak sekadar akses internet cepat di dalam genggaman, namun sudah menjadi ekosistem bisnis besar dengan perputaran uang triliunan rupiah dalam setahun terakhir kehadirannya di Indonesia.

Sejak menghadirkan 4G tahap pertama di spektrum 900 MHz bersama tiga operator pada Desember 2014 lalu, Menkominfo kini tengah menantikan kehadiran 4G tahap kedua bersama empat operator di spektrum 1.800 MHz di akhir November 2015 ini.

"4G di 900 MHz memang bagus, tapi yang paling bagus saat ini 1.800 MHz. Dan kalau mau lebih bagus lagi di 700 MHz, tapi frekuensi itu masih dipakai oleh broadcaster televisi," ucap Rudiantara.

Untuk bisa menikmati 4G, tentu dibutuhkan handset 4G pula. Namun sayangnya, belum semua masyarakat bisa membelinya karena harganya yang masih relatif mahal dan didominasi oleh merek ponsel kelas atas.

"Biar bagaimanapun, ini tetap buat saya gembira, karena networknya (di 1.800 MHz) belum siap tapi ekosistemnya sudah siap duluan. Apalagi dengan adanya handset Lenovo A2010 yang harganya di bawah Rp 1 juta, salah satu yang termurah," kata menteri.

"Bayangkan, kalau semakin banyak handset 4G dengan harga di bawah Rp 1 juta, daya beli masyarakat lebih tinggi lagi untuk dapatkan handset 4G. Saya percaya dengan handset murah ini 4G bisa lebih sukses lagi," pungkas Chief RA.

(rou/ash)




Hide Ads