Proses refarming atau penataan frekuensi untuk layanan 4G di 1.8000 MHz akan selesai dalam waktu dekat. Ooredoo Group dari Qatar selaku pemilik saham terbesar Indosat berpendapat, proses agar masyarakat bisa menggunakan 4G tak semudah membalik telapak tangan.
Indosat rencananya akan mengomersialisasikan layanan 4G di frekuensi 1.800 MHz di lebih dari 20 kota. Tentu saja setelah refarming ini rampung. Selain Indosat, proses refarming juga melibatkan Telkomsel, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia.
Β
Sejak dimulai Mei lalu, proses penataan ulang dan refarming telah memasuki Jawa tengah dan perlahan-lahan akan terus maju ke pusat daerah padat trafik pelanggan. Puncaknya, refarming akan masuk ke area Jabodetabek pertengahan November.
Setelah proses refarming itu selesai, maka layanan 4G dapat diakses. Indosat memiliki catatan tersendiri tentang tantangan yang harus dihadapi begitu 4G bisa diakses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasser mengatakan kendala itu muncul lantaran masih banyak pengguna ponsel di Indonesia yang menggunakan handset yang hanya bisa mengakses layanan 2G. Sedangkan pengguna ponsel layanan 3G juga masih terbatas.
"Jaringan tersedia. Tapi tidak semua masyarakat dapat memaksimalkan jaringan tersebut," ujar Nasser.
Nasser mengatakan pemerintah Indonesia sebaiknya turun tangan untuk mendorong agar persoalan mengenai banyaknya masyarakat yang belum mengenggam handset dengan fasilitas layanan 3G atau 4G itu dapat dipecahkan.
Padahal terkait layanan 4G itu, Nasser yakin layanan tersebut dapat menunjang pertumbuhan ekonomi dan juga sektor-sektor lain. Menurutnya telekomunikasi saat ini memegang peranan penting dalam berbagai sektor.
"Perusahaan kami yakin akan ada imbas positif besar mulai dari bidang pendidikan, kesehatan juga sektor lain," ujar Komisaris Utama Indosat ini
(rou/rou)