Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Menkominfo: 4G di 1.800 MHz Itu Kemenangan Industri

Menkominfo: 4G di 1.800 MHz Itu Kemenangan Industri


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Rudiantara saat menggelar turnamen futsal Menkominfo Cup 2015
Bandung -

Kekompakan ‎empat operator seluler yang tengah refarming menata ulang frekuensi 1.800 MHz untuk membuka jalan bagi 4G mendapat pujian dari Menkominfo Rudiantara.

Refarming di 1.800 MHz itu seperti main futsal ada kerjasama tim, ada aroma persaingan, tetapi semua tujuannya sama, yakni kemenangan industri,” ujar menteri yang akrab disapa Chief RA ini, Minggu (27/9/2015).

Ia berharap, operator yang terlibat dalam penataan kembali frekuensi 1.800 MHz untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan bisa memenuhi target.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri berharap, pada akhir November 2015 semua pekerjaan terselesaikan dengan alokasi frekuensi yang dimiliki berdampingan dan siap untuk komersialisasi 4G.

“Desember nanti kita syukuran besar-besaran karena Indonesia akan menikmati the real 4G di 1.800 MHz,” tegasnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah memprediksi penataan akan kelar di seluruh Indonesia pada akhir November 2015.

"Desember 2015 kita geber komersial 4G di 1.800 MHz. Telkomsel sebentar lagi juga akan komersialkan 4G di 1.800 MHz di Menado, soalnya penataan sudah selesai di kawasan itu,” jelasnya.

Sementara Direktur Jaringan XL Axiata Ongki Kurniawan mengatakan akan melakukan beberapa langkah pasca kelarnya refarming di 1.800 MHz.

Pertama, XL akan merelokasi layanan 4G di Yogyakarta, Medan, dan Bogor di frekuensi 900 MHz ke 1.800 MHz. Nantinya, frekuensi 900 MHz akan dimatikan XL usai refarming selesai.

"Frekuensi 900 MHz akan dikembalikan seluruhnya untuk layanan 2G. Kami ingin 4G dengan lebar 15 MHz, jika memakai 10 MHz saja bisa tembus kecepatan, maka dengan 15 MHz kecepatannya dapat naik menjadi 100 Mbps," jelasnya.

Ditambahkannya, rencana pemindahan tiga kota di 900 MHz ke frekuensi 1.800 MHz, agar XL lebih mudah untuk menerapkan carrier aggregation (CA). Sebab posisi frekuensinya berdekatan dengan 2.100 MHz.

"Ini untuk antisipasi jika frekuensi 2,1 GHz nantinya dinetralkan,” tutupnya.

Seperti diketahui, penataan frekuensi di 1.800 MHz melibatkan empat operator yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Tata ulang alokasi frekuensi 1.800 MHz dimulai di Maluku pada 4 Mei 2015 dan diperkirakan selesai di Jakarta pada 23 November mengingat ada 42 cluster yang harus dikerjakan dengan metode step wise alias kombinasi dari direct dan indirect.

Total lebar pita yang dipakai di 1.800 MHz mencapai 75 MHz. Komposisi saat ini adalah Telkomsel menguasai 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, XL 22,5 MHz, dan Tri 10 MHz. Urutan penempatan kanal pasca tata ulang nantinya adalah XL, Tri, Indosat, Telkomsel.

(rou/ash)





Hide Ads