Telkom menjadi salah satu partisipan dalam acara ini. Sebab, dua perusahaan itu sudah melakukan kerjasama membentuk anak usaha Telkomtelstra yang bergerak di bidang layanan solusi ICT.
Menurut Direktur Telkom Muhammad Awaluddin, misi Telkom dalam ajang kali ini kalau dirangkum menjadi tiga C: Competence, Collaboration, dan Confident.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi memang yang didorong ini di pasar Indonesia, artinya kalau Telstra banyak undang kleinnya untuk diskusi dan kolaborasi konsep dengan pelanggannya, kemudian ditawarkan, tentu saja Telkomtelstra ingin punya peluang," tambahnya.
Anak usaha perusahaan pelat merah itu membidik para pengusaha Australia yang bisnisnya punya potensi masuk Indonesia. Di sini peran Telkomtelstra diperlukan.
"Kalau Anda punya bisnis atau peluang untuk masuk ke Indonesia, kami Telkomtelstra sudah hadir di Indonesia. Bisa bantu Anda di Indonesia," jelasnya.
Para klien Telstra yang akan hadir bisa dijadikan target untuk jadi klien Telkomtelstra dan ditarik ke Indonesia. Kembali ke tiga C tadi, yang pertama adalah Competence.
"Telkomtelstra lebih ingin meningkatkan competence. Telstra mungkin sudah lama melakukan itu, tapi tidak di Indonesia. Telstra punya footprint di Hong Kong, Filipina, India termasuk sekarang di Indonesia," katanya.
"Masing-masing negara punya spesifikasi yang berbeda. Masing-masing punya keunikan juga. Dengan adanya Telkomtelstra lebih mengembangkan competence-nya. Competence dalam melayani pelanggan, bangun portofolio juga dalam memperluas cakupan layanan," ujarnya.
Lalu yang kedua adalah collaboration. Tidak hanya Telkom dan Telstra yang sudah berkolaborasi, Telkomtelstra juga berkolaborasi dengan pelanggannya. Maka dari itu pria yang akrab disapa Awal itu juga mengajak klien Telkom dari Indonesia untuk melihat pameran di Negeri Kangguru itu supaya punya pemahaman yang sama.
"Kalau Anda punya network yang masih dikelola sendiri belum efisien, efektif, optimal itu bisa di-outsource pengelolaannya termasuk maintanance di network elemennya. Sehingga kalau bicara tadi yang kedua untuk menggarap konsep kolaborasi baik dengan grup maupun pelanggan," ucapnya.
Sementara yang ketiga adalah confidence. Perusahaan baru tersebut harus bisa percaya diri untuk bisa terus maju dalam melayani kliennya.
"Artinya dalam kesempatan ini kita juga ingin meningkatkan apa yang disebut dengan confidence. Jadi ini penting, karena tadi contoh Telstra punya experience yang cukup lama sejak 1997 dan sekarang kelola dua operation center. Hal-hal ini yang kita ingin pelajari juga menurut saya Telkomtelstra bisa melihat ini. Perusahaan baru dari indonesia sehingga pola operasinya bisa melihat di situ," ujarnya.
"Jadi itu tadi, konsepnya yang diambil, yang diadopsi, impelementasinya disesuaikan dengan kebutuhan klien," tambahnya.
(ash/ash)