"2,1 GHz akhir tahun ini mau dibuka kembali. Masih dipikirkan, apakah mau dilepas 5 MHz-5 MHz atau langsung 10 MHz sekaligus," ungkap Dirjen Penyelenggaraan Pos Informatika Kementerian Kominfo Kalamullah Ramli usai peluncuran 4G di Makassar, Senin (6/7/2015).
Seperti diketahui, di spektrum 2,1 GHz masih ada 10 MHz yang lowong di blok 11 dan 12. Frekuensi bekas peninggalan Axis Telekom Indonesia ini telah dikembalikan XL Axiata ke pemerintah sebagai bagian dari persyaratan merger akuisisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada satu lagi isu yang jadi perhatian. Siapapun yang memenangi spektrum ini nantinya, harus siap untuk ditata ulang kembali frekuensinya agar bisa berurutan (contiguous).
"Jadi tergantung siapa yang menang. Kalau yang menang satu operator tidak akan terjadi refarming (karena sudah berurutan dua blok). Tapi kalau yang menang ada dua operator, harus siap refarming lagi," kata Muli, panggilan akrab Kalamullah.
"Nanti, sejak awal lelang sudah kami beritahukan, mereka harus refarming ready. Yang menang nanti mungkin ada yang tidak contiguous, harus di-refarming lagi.
Kalau tidak ya nggak akan optimal. Terpaksa ditata ulang lagi," lanjutnya.
Di 2,1 GHz yang total memiliki lebar pita 60 MHz atau 12 blok, saat ini sudah ada empat operator yang menempati. Mereka adalah Hutchison 3 Indonesia (blok 1-2 atau 10 MHz), Telkomsel (blok 3-4-5 atau 15 MHz), Indosat (blok 6-7 atau 10 MHz), dan XL Axiata (blok 8-9-10 atau 15 MHz).
(rou/ash)