Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Menkominfo Kebut Penghitungan Ulang Tarif Interkoneksi

Menkominfo Kebut Penghitungan Ulang Tarif Interkoneksi


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Menkominfo Rudiantara (rou/inet)
Jakarta -

Menkominfo Rudiantara bersama seluruh operator telekomunikasi masih terus melakukan kajian dan verifikasi agar bisa mendapatkan skema tarif interkoneksi baru supaya bisa diimplementasikan paling lambat awal 2016 mendatang.

"Interkoneksi lagi dihitung, masih belum selesai. Sekarang masih pengumpulan data karena harus diverifikasi dan cross check," ujarnya di sela rapat kerja dengan Komisi I di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2015).

"Targetnya bisa keluar Permen (Peraturan Menteri) akhir tahun (2015) dan pengaturan interkoneksinya bisa diberlakukan awal 2016," lanjut menteri yang akrab disapa Chief RA itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tarif interkoneksi sudah waktunya dilakukan penghitungan ulang karena skema tarif yang lama sudah lebih dari 10 tahun.

"Dan skema tarif interkoneksi yang baru harus mereferensikan kondisi sekarang dan ke depan dengan cara forward looking. Itu sebabnya, penghitungan interkoneksi itu selalu long run incremental cost," paparnya.

Dalam pembahasan yang dilakukan, menteri mengindikasikan agar skema tarif bisa didorong lebih besar untuk trafik komunikasi lintas operator (off-net) agar tidak terus-terusan inefisiensi hanya mengandalkan trafik dari dalam jaringan sesama operator saja (on-net).

"Kalau multiple off-net dan multiple on-netnya tidak terlalu tinggi akan meng-encourage trafik. Tapi kalau terlalu tinggi akan men-discourage, dan itu akan mengakibatkan trafik on-net di dalam jaringan saja," sesalnya.

"Kalau sudah di dalam jaringan saja, akhirnya kecenderungannya akan terjadi perang tarif. Buktinya sekarang begitu, dan itu tidak sehat," lanjut menteri.

Menurutnya, saat ini komposisi antara trafik jaringan on-net dan off-net sangat timpang. Hal itu bisa dilihat dari jumlah 3% trafik off-net bisa memberikan kontribusi 40% bagi sebagian besar operator.

"Kualitas itu harus didorong agar tumbuh dari off-net juga. Off-net sedikit tapi orang terpaksa, nggak boleh di-abuse. Kalau interkoneksi turun, otomatis tarif retail turun," kata dia.

Nah, kira-kira akan turun berapa? Ditanyakan hal ini, Menkominfo mengaku belum bisa menyebutkannya.

"Belum tahu. Makanya kita cross check berulang-ulang," ujarnya.

Tengah dibahasnya skema tarif interkoneksi yang baru juga mendapat tanggapan dari Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono.

"Penghitungan interkoneksi yang baru diharapkan lebih fair bagi operator yang memiliki sebaran network yang lebih luas karena perhitungannya menggunakan metoda long run incremental cost berbasis regional yang lebih akurat," kata dia.

"Hal ini diharapkan akan lebih mendorong operator untuk memperluas jangkauan layanannya," pungkasnya.

(rou/rns)







Hide Ads