Seperti diketahui, Indosat telah merampungkan modernisasi jaringan di 23 kota besar first tier city. Operator ini pun langsung tancap gas melanjutkan program ini di 40 kota baru yang masuk dalam kategori second tier city.
Kota-kota yang masuk dalam daftar modernisasi jaringan tahap dua Indosat itu disebutkan akan berfokus di pulau Jawa selain Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modernisasi jaringan yang akan kami lakukan di kota-kota tier dua. Kami akan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan yang disediakan bagi pelanggan," kata Joko Riswadi, Division Head Network Optimization Indosat.
"Kami akan pakai teknologi dual-carrier supaya bisa beri kecepatan akses dan kualitas yang baik," paparnya lebih lanjut di sela network drive test dari Tegal hingga Semarang, Rabu (17/6/2015).
Teknologi dual-carrier yang dimaksud merupakan pemanfaatan spektrum frekuensi yang dimiliki Indosat agar memberikan kapasitas dan kualitas layanan lebih baik dalam pengelolaan manajemen bandwidth di tiga band frekuensi miliknya.
"Dual-carrier itu seperti memakai dua keran untuk memenuhi satu ember. Pakai dua keran kan seharusnya lebih cepat daripada cuma pakai satu," imbuh Joko.
Sejauh ini, penyediaan teknologi dual-carrier Indosat menggunakan pita frekuensi 2,1 GHz yang memang dialokasikan untuk layanan 3G.
Pita frekuensi selebar 10 MHz di 2,1 GHz ini dianggap bisa memberikan kemampuan akses data cepat ketika memakai teknologi dual-carrier demi memenuhi kebutuhan akses data pelanggan yang kian tinggi.
"Di spektrum 2,1 GHz sudah banyak handset yang bisa dual-carrier. Sementara di U900 belum banyak. Nanti ke depannya kalau sudah banyak handset yang bisa digunakan juga akan kami terapkan teknologinya," kata Joko.
Modernisasi jaringan yang dilakukan Indosat sejak awal 2013 telah menghabiskan anggaran belanja perusahaan (capital expenditure/capex) hingga Rp 14 triliun.
Di tahun 2015 ini, Indosat menyediakan anggaran capex sekitar Rp 6,5 triliun hingga Rp 7,5 triliun untuk modernisasi jaringan. Jumlah ini sedikit menurun dari angka Rp 8 triliun yang disediakan Indosat pada capex tahun 2014 lalu.
"Sama seperti sebelumnya, Capex perusahaan masih sebagian besar untuk modernisasi jaringan di kota-kota yang sudah terprogram. Jumlah anggaran yang kita sediakan menurun karena kebutuhan modernisasi sudah tidak sebesar di tahap awal," jelas Adrian Prasanto, Division Head Public Relations Indosat.
(rou/ash)