"ISP yang besar dan kecil itu semua juga anggota APJII. Kita bisa duduk bareng, cari solusi kerjasama yang bagus seperti apa. Bisa saja kerjasama itu nanti akan dipayungi langsung oleh APJII," kata Jamal, demikian sapaan akrabnya, saat dihubungi detikINET, Senin (25/5/2015).
Pria yang baru terpilih sebagai Ketua Umum APJII untuk periode 2015-2018 ini mengiyakan adanya stigma berkembang semacam itu. Di bawah kepemimpinannya, dia ingin agar ISP besar maupun bisa tumbuh bersama. Sejauh pengamatannya, permasalahan ISP kecil pada dasarnya berkaitan dengan infrastruktur.
"Ujung-ujungnya permasalahan mereka ada di infrastruktur. Infrastruktur itu memerlukan cost yang besar. Ada yang belum sanggup dari segi infrastruktur. Nah, yang belum sanggup ini gimana caranya agar bisa bekerjasama dengan yang sudah punya infrastruktur. Intinya saling support," jelasnya.
Sejak sebelum pemilihannya sebagai Ketua Umum APJII, Jamal memang menggembar-gemborkan pembangunan infrastruktur internet di daerah sebagai highlight visi misinya. Dikatakannya, ada banyak potensi daerah yang belum tergarap.
"Mayoritas saat ini kan masih terpusat di pulau Jawa. Di daerah lain masih ada banyak potensi. Internet di sana masih kurang. Nah, bagaimana kita bisa membangun di daerah jadi semuanya bisa menikmati. Kalimantan, Sulawesi misalnya, kalau kita mau garap itu masih sangat banyak," simpulnya.
Harapan agar ISP kecil tak semakin tergilas oleh ISP besar juga sempat disuarakan anggota APJII, Gunadi dari Telkom International (Telin) dalam kesempatan terpisah. Ia berharap, aspirasi dari ISP kecil bisa diakomodir oleh pengurus APJII yang baru.
"Jadi APJII bisa menjadi organisasi netral, benar-benar untuk mengembangkan dan memajukan industri internet di Indonesia. dan bersinergi antara perusahaan besar dan kecil. Jadi maju bersama, tak ada yang maju sendiri dan lainnya mati terlibas yang besar. Seharusnya ISP yang besar itu bisa membantu ISP kecil, jadi tak bertolak belakang, yang satu besar dan yang satu mati," tandasnya.
(Rachmatunisa/Ardhi Suryadhi)