Kristiono, Ketua Umum Mastel yang baru, punya gagasan untuk mendorong persentase TKDN tersebut. Dari yang tadinya cuma dipatok minimal 30% untuk handset, dan 40% untuk base station, masih bisa digenjot lagi hingga 60% dengan cara ini.
"Daripada kita cuma bikin casing doang, itu cuma berapa persen nilainya. Mending kita bikin desain chipset, itu bisa 60% untuk TKDN. Orang-orang kita sudah banyak yang bisa bikin desainnya," ujarnya saat ditemui di Club Merchantile, World Trade Center, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya TKDN handset 4G dinaikkan menjadi minimal 30%, sedangkan untuk perangkat network minimal 40%. Persentase ini sudah memperhitungkan kemampuan produksi dalam negeri," kata Menkominfo Rudiantara.
Kenaikan persentase ini akan dilakukan dalam rentang waktu dua tahun setelah Peraturan Menteri mengenai TKDN berlaku. Rudiantara pun memberikan catatan, kenaikan tersebut tetap mempertimbangkan kondisi para produsen dalam dan luar negeri.
"Kalau nanti suatu saat di-review lagi sudah sanggup lebih, ya kita naikan lagi, tapi pelan-pelan. Ini cara kita mengembangkan kemampuan dalam negeri," jelas menteri yang akrab disapa Chief RA ini.
Rencana ini juga mendapat sambutan positif dari Kristiono. Karena menurutnya, bisa menekan impor produk telekomunikasi yang sangat besar selama ini, sekaligus membangkitkan industri lokal.
"Belanja modal kita itu Rp 30 triliun-Rp 40 triliun setahun. Belanja modal yang segitu gede termasuk gadget semuanya 90%-95% impor. Ini harus jadi perhatian kita semua. Industri ini harus kita petakan dan kita bangun ekosistemnya," pungkasnya.
(rou/ash)