Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tak Mau Terus-terusan Tekor, Ini Strategi Smartfren

Tak Mau Terus-terusan Tekor, Ini Strategi Smartfren


- detikInet

Djoko Tata Ibrahim (adi/detikINET)
Jakarta - Tahun 2014, Smartfren Telecom mencatat kerugian hingga Rp 1,379 triliun lantaran tingginya biaya penyewaan menara BTS dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi.

Tak ingin hasil negatif itu terulang, Smartfren sudah menyiapkan sejumlah strategi. Deputy CEO Smartfren Telecom Djoko Tata Ibrahim mengatakan, pihaknya akan lebih menggenjot porsi layanan data dibandingkan suara.

"Sekarang lagi booming data. Nah, kami akan meningkatkan revenue menjadi 60% dari layanan data dan 20% voice," ujar Djoko saat peluncuran C3s dan C3si di Senayan, Senin (20/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Strategi lain yang dipaparkan Djoko adalah dengan meluncurkan lebih banyak smartphone Andromax dengan harga terjangkau. Kuartal pertama saja, Smartfren sudah mampu menjual lebih dari 500 ribu unit Andromax. Tiga tipe terlaris adalah Andromax C3, G2 Dan C2s. "Dari total penjualan 500 ribuan unit, 70% dari series C," ujarnya.

Untuk penjualan Andromax anyarnya yang dirilis hari ini, Smartfren berani menargetkan hingga 300 ribu dalam tiga bulan. "Agar mencapai target, kami akan menjual Andromax C3s dan C3si di 1.600 toko yang tersebar di Indonesia," Djoko melanjutkan.

Smartfren sendiri saat ini memiliki 12 juta pelanggan, adapun 5 juta di antaranya adalah pengguna Andromax. Kehadiran Andromax terbaru diharapkan mampu meningkatkan jumlah pelanggan menjadi 14 juta di akhir tahun 2015.

(ash/ash)




Hide Ads