Terlebih, keduanya mempunyai posisi frekuensi yang bertetangga pasca penataan frekuensi 1.800 MHz oleh Kementerian Kominfo.
Eksisting:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil penataan:

Namun pihak Indosat menyebut bahwa itu rumor belaka. Demikian dikatakan Adrian Prasanto, Division Head Public Relations Indosat, kepada detikINET selepas acara uji jaringan Indosat di Jakarta, Senin (16/2/2015).
"Ah itu cuma rumor. Kami belum ada pembahasan mengenai langkah tersebut (konsolidasi dengan Tri)," ujar Pras -- sapaan akrabnya.
Namun Pras kemudian menyebut bahwa Tri mempunyai basis pelanggan yang kuat untuk wilayah Indonesia Timur. Dan ia menyarankan untuk menanyakan soal rumor merger tersebut ke pihak Tri.
"Coba tanya dong ke Tri gimana (soal akuisisi tersebut, Red.)," kilah Pras.
Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara memang pernah menyebutkan jika jumlah operator telekomunikasi di Indonesia bisa dikerucutkan menjadi tiga sampai empat operator lewat konsolidasi, maka defisit neraca perdagangan di negeri ini bisa ditekan jadi lebih hemat.
βTahun ini saya prediksi total investasi operator Indonesia sekitar USD 4 miliar, itu hampir 80% belanja modalnya pakai dolar karena perangkatnya impor," kata Menkominfo Rudiantara di rumah dinasnya kala itu.
Angka itu katanya baru dari belanja modal operator saja, dan belum termasuk impor ponsel. Menurut data Sucofindo Surveyor Indonesia, impor ponsel ke Indonesia pada 2013 lalu mencapai 58 juta unit dengan nilai USD 2,6 miliar atau setara Rp 35 triliun.
Sementara pada 2014 lalu, ponsel impor diperkirakan mencapai 60 juta unit dengan nilai USD 3,4 miliar atau sekitar Rp 42 triliun. "Jadi tidak salah kalau sektor telekomunikasi ini salah satu penyumbang defisit negara,β lanjut menteri yang punya panggilan akrab Chief RA itu.
(asj/ash)