Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Telkom Angkat Bicara Soal Tukar Guling Menara

Telkom Angkat Bicara Soal Tukar Guling Menara


- detikInet

Telkom (rou/detikINET)
Jakarta - Telkom akhirnya buka suara terkait aksi korporasinya yang melibatkan Tower Bersama Infrastructure (TBIG) dalam tukar guling saham dengan anak usahanya Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

"Sektor menara merupakan bisnis yang potensial dengan pertumbuhan tinggi. Telkom ingin mendapatkan manfaat melalui investasi di sektor tersebut dan hal ini dapat diwujudkan melalui kepemilikan yang signifikan di Tower Bersama," ungkap VP Public Relations Telkom Arif Prabowo di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Melalui kerjasama dengan Tower Bersama diharapkan akan terjadi peningkatan tenancy ratio dari menara yang dimiliki Mitratel sehingga akan memberikan manfaat bagi industri menara secara keseluruhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di masa yang akan datang, Telkom bermaksud untuk meningkatkan kepemilikannya di Tower Bersama dengan tetap memastikan bahwa penyedia menara itu adalah operator menara yang independen.

"Kami percaya aksi korporasi ini adalah sebuah tahapan penting untuk mencapai tujuan strategis perusahaan," paparnya.

Diungkapkannya, Keputusan Telkom untuk melakukan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kajian strategis terhadap pilihan yang ada. Dari hasil kajian tersebut, Telkom menyimpulkan bahwa kerjasama strategis dengan Tower Bersama merupakan pilihan terbaik agar Telkom dapat meningkatkan nilai dan mengambil manfaat dari aset menara yang dimiliki.

Sebelumnya, Telkom mengumumkan mengakuisisi sampai dengan 13.7% kepemilikan di Tower Bersamasetelah peningkatan modal melalui penerbitan saham baru, yang ditukar dengan saham Telkom di Mitratel.

Sebagai tahap awal transaksi, Telkom akan menukarkan 49% saham di Mitratel yang setara dengan paling banyak 290 juta saham baru di Tower Bersama, atau sekitar 5,7% dari modal saham di TBIG yang telah ditingkatkan melalui penerbitan saham baru.

Melalui transaksi ini, Tower Bersama akan mendapatkan kuasa manajemen atas Mitratel dan akan mengkonsolidasi keuangan Mitratel. Dalam jangka waktu 2 tahun, Telkom memiliki opsi untuk menukarkan sisa 51% kepemilikan saham di Mitratel yang setara dengan 473 juta saham baru di TBIG.

Alhasil, kepemilikan Telkom di TBIG akan mencapai 13.7% setelah peningkatan modal melalui penerbitan saham baru. Jumlah transaksi ini sudah termasuk potensi pembayaran yang ditangguhkan dan penyesuaian pada saat penutupan yaitu sebesar Rp 11,065 triliun (setara dengan USD 904 juta).

Di dalam transaksi ini Barclays bertindak sebagai penasehat keuangan eksklusif untuk Telkom. Sebelumnya, XL melepas 3.500 menara miliknya ke PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) dengan nilai transaksinya mencapai Rp 5,6 triliun.

Perbedaan aksi korporasi antara XL dan Telkom adalah, anak usaha Axiata itu melepas menara untuk mengurangi utang, sementara Telkom masih berpotensi menikmati ruang pertumbuhan bisnis menara mengingat mengantongi saham Tower Bersama terus melejit sejak melantai di bursa saham.

Pada perdagangan Jumat ini, saham dengan kode TBIG ditutup Rp 8.300 atau naik 4,73% dari pembukaan di pagi hari Rp 7,925 per lembar.

(rou/rns)





Hide Ads